Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM LETUSAN MERAPI 18 NOVEMBER 2013

Ditulis oleh

|

Gunungapi Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanisnya pada 18 November 2013 jam 04.53 WIB. Kejadian tersebut diawali dari gempa tektonik yang berpusat di Ciamis pada jam 04.48 WIB yang mengakibatkan letusan freaktif, yaitu letusan yang disebakan oleh air hujan yang tertampung di area kawah mengenai bagian rekahan kubah lava yang bersuhu tinggi.  Aktivitas vulkanis pagi ini ditunjukkan dengan kolom asap yang membumbung setinggi 2000 meter dan guguran material mengarah ke timur. Di wilayah Kabupaten Sleman, dusun di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang terdampak hujan abu adalah Dusun Kalitengah Lor dan Dusun Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. Selain itu, juga terdengar suara gemuruh oleh sebagian warga masyarakat yang berada di kawasan lereng Gunungapi Merapi yang berada di radius 4 – 5 kilometer dari puncak. Sampai saat ini, status aktivitas Gunungapi Merapi masih dinyatakan NORMAL AKTIF oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Letusan gunungapi Merapi 18 November 2013 yang terlihat dari Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan
Letusan gunungapi Merapi 18 November 2013 yang terlihat dari Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan
IMG_1229
Kepulan asap Gunungapi Merapi yang terlihat dari Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan

Tercatat kurang lebih 700 jiwa masyarakat Desa Glagaharjo yang berada di KRB III Gunungapi Merapi telah melakukan pengungsian secara mandiri sejak jam 05.30 WIB menuju ke Balai Desa Glagaharjo dan SD Muhammadiyah Glagaharjo. Sedangkan kurang lebih 300 jiwa warga Desa Kepuharjo, 150 jiwa warga Desa Umbulharjo dan warga Dusun Turgo Desa Purwobinangun sudah bersiaga di Titik Kumpul Dusun masing-masing. Sekitar jam 08.00 WIB, warga masyarakat tersebut sudah kembali ke rumah-rumah masing secara berangsur-angsur. Proses evakuasi mandiri ini dilaksanakan oleh Tim Evakuasi Mandiri masing-masing Dusun beserta relawan lokal dan pemerintah desa.

IMG_1237
Masyarakat Desa Glagaharjo sudah bersiapsiaga di Titik Kumpul Dusun untuk melakukan Evakuasi Mandiri

Bupati Sleman beserta jajaran BPBD Kabupaten Sleman, bersama dengan Camat Cangkringan beserta jajaran Muspika, Kepala Desa Glagaharjo dan jajaran perangkat Desa yang melakukan peninjauan kesiapsiagaan di lapangan – menghimbau warga yang berada di KRB III Gunungapi Merapi agar tetap waspada dan siaga terkait dengan aktivitas Gunungapi Merapi dengan selalu siap melakukan evakuasi mandiri meski statusnya Normal Aktif. Kejadian pagi ini merupakan kedua kalinya di tahun 2013, setelah kejadian pada tanggal 22 Juli 2013 – di mana kolom asap mencapai ketinggian 1000 meter. Paska-erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010, masyarakat yang bermukim di KRB III atau dalam radius 4 -7 kilometer dari puncak diperkirakan mencapai 600 KK – terutama di sektor tenggara. Warga masyarakat di wilayah inilah yang rentan dan sangat beresiko terhadap letusan atau aktivitas vulkanis Gunungapi Merapi.

Pertemuan Bupati Sleman beserta jajaran dengan warga masyarakat Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan setelah kejadian letusan Gunungapi Merapi 18 November 2013
Pertemuan Bupati Sleman beserta jajaran dengan warga masyarakat Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan setelah kejadian letusan Gunungapi Merapi 18 November 2013

Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana di kawasan tersebut telah melakukan berbagai upaya mitigasi, diantaranya pengembangan Early Warning System (EWS), penguatan kapasitas relawan peduli bencana, pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat di KRB III dan penyusunan SOP Evakuasi Mandiri bagi 22 dusun paling rawan di KRB III Gunungapi Merapi. Adapun dalam SOP Evakuasi Mandiri memuat detail ketugasan panitia evakuasi, panitia pengungsian, mekanisme evakuasi (umum, kelompok rentan dan ternak), penentuan Titik Kumpul, jalur evakuasi yang ditempuh dan penentuan tujuan pengungsian. Adapun kendala yang belum teratasi adalah kondisi jalur evakuasi yang sebagian rusak karena akativitas penambangan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan