SLEMAN – Gunung Merapi terpantau mengeluarkan 2 kali guguran Lava Pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya, Sabtu (28/1). Hal tersebut berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada pukul 00:00-06:00 WIB. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 18-19 °C, kelembaban udara 74-88.6 persen, dan tekanan udara 758.6-920.5 mmHg. Secara visual Gung Merapi tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Aktivitas kegempaan yakni guguran (Jumlah : 8, Amplitudo : 4-11 mm, Durasi : 83.2-153.4 detik). Hybrid/Fase Banyak (Jumlah : 9, Amplitudo : 3-40 mm, S-P : 0.2-0.5 detik, Durasi : 5-7 detik) Vulkanik Dalam (Jumlah : 27, Amplitudo : 4-19 mm, S-P : 0.2-1.1 detik, Durasi : 7.2-10 detik)
Rekomendasi Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.







Leave a Reply