Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman telah melakukan dropping sebanyak 54 tangki air bersih untuk beberapa lokasi berbeda di wilayahnya pada musim kemarau 2023. Adapun lokasi yang telah didropping air bersih tersebut di antaranya daerah Sumberarum Moyudan dan Kaliurang Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan, ST, MTP mengatakan, sejak penetapan siaga darurat kekeringan akibat puncak musim kemarau, 31 Agustus 2023, pihaknya telah menerima permintaan dropping air bersih dari dua wilayah.
Wilayah pertama yang meminta dropping air adalah Dusun Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem. Di sana ada sebanyak 2 RT, yakni RT 7 dan RT 8 yang mengalami krisis air bersih setelah mata air kletak mengalami penyusutan debit air. Sementara wilayah kedua yang meminta dropping air adalah di Dusun Sejati, Sumberarum, Moyudan. Disana warga mengalami kesulitan air bersih karena muka air Sungai Progo di wilayah itu menurun sehingga mengakibatkan sumur milik warga mengering.
“Kami bantu dengan bantuan pompa air untuk mengangkat air dari Sungai Progo kebatas sejauh 100 meter untuk mengisi sumur-sumur dan bak penampungan air warga,” Kata Makwan.
Selain dua wilayah tersebut, Makwan menyatakan saat ini pihakhya terus mewaspadai kekeringan di wilayah lainnya. Makwan menuturkan, pada musim kemarau tahun ini beberapa wilayah di kabupaten Sleman memang rawan terjadi bencana kekeringan. Beberapa wilayah yang potensinya cukup tinggi yakni berada di kapanewon Prambanan, Gamping, Tempel, dan Moyudan.
Ia menegaskan, dalam menghadapi musim kemarau tahun ini, BPBD Sleman telah menyiapkan sedikitnya 145.000 liter air bersih. Air bersih tersebut nantinya bisa disalurkan kepada masyarakat apabila dibutuhkan.
“Nantinya jika ada laporan dan permintaan akan langsung kami droping air bersih,” ucap Makwan.







Leave a Reply