SLEMAN – BMKG merilis terkait peringatan dini kekeringan di wilayah kabupaten Sleman. Dalam hal ini terdapat beberapa kapanewon dengan empat status Siaga dan sembilan berstatus Awas.
Peringatan dini kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya, dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan dan seterusnya. Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 30 September 2023 dan prakiraan peluang curah hujan 2 dasarian kedepan, maka terdapat potensi kekeringan meteorologis dengan status sebagai berikut :
Status SIAGA (telah mengalami hari tanpa hujan >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm/dasarian dengan peluang terjadi diatas 70%.).
Kab. Sleman meliputi kapanewon Minggir, Moyudan, Prambanan, Seyegan.
Status AWAS (telah mengalami hari tanpa hujan >61 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20mm/dasarian dengan peluang terjadi diatas 70%. Kab. Sleman meliputi kapanewon Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Sleman dan Turi. Dari data pengamatan curah hujan per dasarian dua September terdapat satu stasiun Tunggularum wilayah Sleman utara yang mencatat hujan ringan dengan curah hujan sebesar 1 mm pada tanggal 30 September.







Leave a Reply