Sejumlah 26 mahasiswa S2 Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Indonesia, Jakarta berkunjung ke BPBD Sleman, Selasa, 27 Agustus, untuk belajar manajemen bencana. Rombongan dipimpin oleh Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan, Dr. Ir. Arsegianto, M.Sc dan diterima Kepala Sekretariat BPBD Sleman, Asih Kushartati , S.TP, MT.
Dijelaskan Arsegianto, Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Indonesia, berdiri baru 3 tahun. Salah satu program dalam kurikulumnya adalah Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN), disamping ada juga yang ke Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN), misalnya ke Jepang. Sengaja memilih Kabupaten Sleman, karena BPBD Sleman memiliki kekhususan dalam hal penanggulangan bencana. Untuk itu ia berharap, BPBD Sleman mau membuka kekhususan yang dimilikinya kepada mahasiswa. KKDN di Kabupaten Sleman berlangsung dari tanggal 19 – 28 Agustus.
“Sebelumnya mahasiswa juga sudah melakukan studi lapangan di Desa Kepuharjo dan Glagaharjo, Cangkringan untuk berdialog dengan masyarakat dan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penulisan,” lanjutnya.
Sementara Asih Kushartati menyampaikan bahwa BPBD Sleman berterima kasih karena telah dipilih sebagai lokasi belajar tentang manajemen bencana. Dalam paparannya, Asih antara lain menjelaskan tentang profil Kabupaten Sleman yang termasuk daerah rawan bencana erupsi Gunung Merapi, lahar hujan, gempa bumi, puting beliung, tanah longsor dan kekeringan. Ia juga menjelaskan manajemen penanggulangan bencana dari mulai pra bencana, saat bencana dan paska bencana.








Leave a Reply