Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

KEGIATAN TIM SAR KABUPATEN SLEMAN DALAM OPERASI SAR MERAPI 2013

Ditulis oleh

|

Kejadian tersesatnya wisatawan Rusia Ehbrewhnin Yevgeniy (26 tahun) ketika melakukan pendakian seorang diri di Gunung Merapi sejak Minggu (11/8) dan telah ditemukan oleh Tim SAR pada hari Kamis (15/8) dalam kondisi selamat, memberikan pelajaran yang sangat berharga khususnya bagi seluruh anggota Tim SAR Kabupaten Sleman dan BPBD Kabupaten Sleman pada umumnya.

 

Pelajaran berharga tersebut adalah efektivitas operasi SAR (Search and Rescue) sangat dipengaruhi faktor sumberdaya manusia Tim SAR (pengetahuan, pengalaman, ketrampilan), manajemen operasi (posko, logistik, peralatan pengeloaan personil) dan kerjasama (internal dan eksternal). Pentingnya kedua faktor tersebut tentunya tidak mengabaikan faktor eksternal, seperti tingkat kesulitan medan/lokasi dan cuaca. Pelajaran tentang pentingnya faktor tersebut didapatkan selama Tim SAR Kabupaten Sleman mengikuti proses Operasi SAR yang terdokumentasikan sebagai berikut:

 

Hari 1, Minggu 11 Agustus 2013

  • Pada Minggu sore, salah satu keluarga Bu Panut di Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman mengetahui ada kendaraan bermotor Honda Vario AB2278 AF yang berada di parkiran timur Masjid Ngrangkah Pangukrejo yang sejak Minggu padi belum diketahui atau diambil pemiliknya. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada Pengelola Wisata yang berada di Pangukrejo.
  • Petugas vulcano tour di Pangukrejo mencari kejelasan motor tersebut.
  • Salah satu personil Tim SAR Kabupaten Sleman (Rico – PU 707) – yang  juga merupakan salah satu pengelola wisata meneruskan informasi tersebut ke Posko Utama Pakem dan Posko Lebaran RAPI Sleman yang berada di depan Posko Utama Pakem.
  • Seiring sejalan, personil Tim SAR Kabupaten Sleman (Yuli – PU 708) menyampaikan informasi tersebut ke jajaran Tim SAR Kabupaten Sleman dan sekaligus mencari informasi di Rumah Sakit Panti Asih Pakem. Setelah dianalisis, informasi yang didapatkan dari RS Panti Asih tidak relevan dengan informasi kepemilikan kendaraan bermotor Honda Vario.
  • Personil di Posko Lebaran RAPI Sleman meneruskan ke informasi Kepolisian Cangkringan dan sekaligus menghubungi petugas Kantor SAMSAT Sleman untuk mencari kejelasan pemilik kendaraan bermotor Honda Vario tersebut. Hasilnya adalah pemilik kendaraan bermotor tersebut atas nama Veri Aprilianto ST, yang beralamat di Jl. Sosrowijayan Wetan GT I, RT 07/RW 02, Yogyakarta.
  • Di sisi lain, personil Tim SAR Kabupaten Sleman (Yuli – PU 708) meluncur ke Ngrangkah untuk berkoordinasi dengan Koordinator Tim SAR Kabupaten Sleman (Rahmat S – PU 701).
  • Informasi tersebut diteruskan oleh personil RAPI Sleman ke jajaran RAPI Kota Yogyakarta untuk melakukan cross check di pemilik dan alamat kendaraan Honda Vario. Hasilnya adalah kendaraan Honda Vario tersebut disewakan pemiliknya kepada Ehbrewhnin Yevgeniy (26 tahun), seorang wisatawan berkewarganegaraan Rusia yang menginap di “Dewa Home Stay” di Sosrowijayan.
  • Informasi kemudian dikembangkan, hingga didapatkan informasi nama dan kontak Guide wisatawan Rusia tersebut, yang bernama Esther Aprianti, perempuan warga Nologaten, Depok, Sleman. Berdasarkan informasi dari Esther, didapatkan informasi bahwa pada hari Sabtu (10/8) siang Ehbrewhnin dan Esther tiba di Ngrangkah, Pangukrejo. Dikarenakan suatu hal, kedua orang tersebut pulang kembali ke Yogyakarta.
  • Di rentang waktu yang sama, Rahmat S – PU 701, meneruskan berbagai informasi tersebut ke jajaran SAR Linmas Provinsi DIY (Sdr. Sriyanto).
  • Sekitar jam 20.00 WIB, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Umbulharjo, personil Tim SAR Linmas, personil Tim SAR Kabupaten Sleman, Perangkat Desa Umbulharjo, Pengelola Wisata dan Relawan lokal berkoordinasi di Ngrangkah untuk menentukan respon yang harus dilakukan. Hasilnnya adalah: melakukan pengechekan di jalur pendakian dari Kinahrejo hingga Srimanganti.
  • Sekitar jam 20.30 WIB, didapatkan informasi dari Esther bahwa Ehbrewhnin mengirim SMS ke Esther yang menyatakan merasa Ehbrewhnin tersesat.
  • Sekitar jam 20.30 hingga 23.00 WIB, dilakukan pengechekan jalur pendakian oleh 10 orang (1 orang Babinsa, 1 orang Babinkabtimas, 3 orang warga lokal, dan 5 orang Tim SAR Linmas dan Tim SAR Kabupaten Sleman). Hasil pengechekan adalah keberadaan di Ehbrewhnin Yevgeniy belum diketahui.
  • Tidak lama kemudian, Esther (pemandu Ehbrewhnin Yevgeniy) bersama temannya tiba di Ngrangkah dengan menggunakan sebuah mobil hitam.
  • Mengetahui kedatangan Esther, Tim Gabungan (Babinsa, Babinkabtimas, Pemerintah Desa Umbulharjo, Tim SAR Linmas, Tim SAR Kabupaten Sleman) berdiskusi dengan Esther. Tim Gabungan meminta Esther untuk mencoba berkomunikasi dengan Ehbrewhnin. Esther kemudian berkomunikasi dengan Ehbrewhnin via telepon. Hasil dari komunikasi tersebut adalah :
  1. Kondisi Ehbrewhnin menyatakan masih sehat
  2. Ehbrewhnin ada di suatu tempat dan tidak bisa bergerak karena gelap
  3. Ehbrewhnin berada di tengah sungai berbatu besar dan berpasir diantara 2 bukit
  • Namun tidak lama kemudian, Ehbrewhnin mengirim SMS ke Esther bahwa dirinya

“tidak bisa bergerak” dan dalam “kondisi buruk”.

  • Sekitar jam 23.30 WIB, Tim SAR DIY tiba di Ngrangkah
  • Setelah itu, personil Tim SAR DIY bersama dengan personil Polsek Cangkringan dan personil Tim SAR Linmas melakukan pengechekan jalur pendakian dari Kinahrejo hingga Pos Rudal. Hasil pengechekan adalah : belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan Ehbrewhnin.

 

Hari 2, Senin 12 Agustus 2013

  • Sekitar jam 02.00 WIB, didapatkan informasi bahwa Ehbrewhnin berada di 2 bukit dan berjalan ke arah lampu perkotaan yang terlihat.
  • Pada pagi harinya, Operasi SAR terhadap Ehbrewhnin dibuka oleh SAR DIY dan mendirikan Posko SAR di Kinahrejo
  • Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dan penyisiran, dan dibagi atas 4 SRU (Search and Rescue Unit), dari pagi hingga pukul 18,00, lokasi pencarian berada di jalur pendakian. Hasilnya : nihil.
  • Ada informasi warga melihat ada cahaya senter jam 03.00 WIB (12 Agustus 2013) di perkirakan di sekitar Labuhan Rudal

    gerakan SRU
    Salah satu personil Tim SAR Kabupaten Sleman yang melakukan pencarian Survivor pada hari Senin (12/8)
  • Jam 22.30 WIB, Tim SAR Kabupaten Sleman melakukan pertemuan koordinasi dengan Koordinator Pos SARNAS Yogyakarta (Bapak Asbani). Hasil dari koordinasi : bahwa operasi SAR akan dikoordinasikan oleh BASARNAS terhitung Selasa (13 Agustus 2013) pagi.
Koordinasi denga pak Asbani
Koordinasi Tim SAR Kabupaten Sleman dengan Kantor Pos SAR Yogyakarta

Hari 3, Selasa, 13 Agustus 2013

  • Tim SAR Kabupaten Sleman melakukan koordinasi dengan Posko SAR Kinahrejo untuk melakukan pencarian di sisi timur Kali Opak dan sisi timur jalur pendakian.
  • Pencarian dilaksanakan dari jam 07.40-14.50 Wib, dengan mengerahkan 4 SRU yang berjumlah 34 personil; ditambah 7 personil yang di Posko. Personil berasal dari Tim SAR Kabupaten Sleman dan Komunitas Siaga Merapi (KSM) Desa Glagaharjo.
Briefing SRU Selasa 13 Agt 2013
Persiapan dan Briefing SRU
  • Sekitar Jam 10.00 WIB, Kalak BPBD Kabupaten Sleman beserta jajarannya tiba di Posko SAR di Kinahrejo untuk melakukan koordinasi.
  • Hasil pencarian nihil, tidak ada tanda-tanda maupun jejak Survivor.
SRU Gendol
Personil SRU yang melakukan pencarian di area Kali Gendol
  • Jam 15.00 – 16.00 WIB, dilaksanakan Debriefing (evaluasi) kegiatan pencarian
  • Jam 21.00 – 23.00 WIB, mengikuti  Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi di Posko SAR di Kinahrejo
  1. Hasil Operasi SAR hingga Selasa (13 Agustus 2013) belum berhasil menemukan Survivor
  2. Jam 14.28 WIB, SRU 3 terdengar suara “help” yang jelas namun semakin melemah di daerah barat Srimenganti
  3. Jam 14.33 WIB, dilakukan pencarian oleh SRU 3 dengan mengejar suara tersebut
  4. Di lapangan masih ada 2 SRU dengan kekuatan 27 personil yang mendirikan camp di seputaran titik yang diduga survivor berada.
  5. Pada hari Selasa (15 Agustus 2013) jam 17.52 WIB, Survivor melakukan kontak komunikasi dengan Guide-nya
  6. Diperkirakan Survivor masih terus bergerak/moving namun mengalami disorientasi, mempunyai kondisi fisik yang baik dan teknik survival, dan berusaha mencari sumber suara dari masjid.
  •  Untuk Rencana Operasi Hari Rabu (14 Agustus 2013) adalah sebagai berikut :
  1. SRU yang berada di lapangan diharapkan melakukan upaya kontak suara atau kontak cahaya dengan Survivor.
  2. Diperlukan string line dan marker untuk mengurung Survivor.
  3. Area pencarian akan difokuskan di sebelah barat Srimenganti hingga kawasan Jantungan (istilah lokal).
  4. Disiapkan exit way dan metode evakuasi, dan personil SRU penjemputan.
  5. Personil Tim SAR Kabupaten Sleman akan berkoordinasi dengan Posko SAR di Kinahrejo
IMG_20130813_220442
Evaluasi Harian di Posko SAR di Kinahrejo

Hari 4, Rabu, 14 Agustus 2013

  • Kegiatan Tim SAR Kabupaten Sleman bergabung dengan Posko SAR di Kinahrejo, sejumlah 20 personil.
  • Pada Pukul : 07:00 s/d 17:00 WIB, Tim SAR Kabupaten Sleman – atas perintah SMC Operasi SAR, melakukan penyisiran dari area sebelah barat Sri Manganti menuju ke selatan
  • Hasil Operasi SAR belum berhasil menemukan Survivor
  • Pada Pukul 19.30 WIB, mengikuti koordinasi di Posko SAR di Kinahrejo, Umbulharjo untuk tindak lanjut pencarian Survivor, dengan hasil : SMC memerintahkan Tim SAR kabupaten Sleman dan Tim SAR LINMAS melakukan pencarian di area sekitar Kali Boyong.
0001
Keterlibatan dari berbagai unsue potensi SAR dalam Operasi SAR Merapi

 

Hari 5, Kamis, 15 Agustus 2013

  • Mulai Pukul : 07.00 wib, Tim SAR Kabupaten Sleman, Tim SAR LINMAS dan Tim LAPBA melakukan pencarian dengan kekuatan 23 personil (3 SRU): 1 SRU melakukan pencarian dari sisi barat G. Turgo, 1 SRU dari sisi timur G. Turgo dan 1 SRU melakukan pencarian di Kali Boyong.
  • Untuk memantau pergerakan dan membantu komunikasi  dari 3 SRU tersebut telah ditempatkan 5 orang di rumah Pak Musdiantoro (Turgo).
  • Jam 11.00 WIB, BPBD Kabupaten Sleman melakukan dropping logistik kebutuhan dasar pangan di rumah PU 701.
  • Sekitar jam 14.00 WIB, didapatkan informasi dari radio komunikasi bahwa Survivor ditemukan di area sebelah utara Jantungan – barat Srimanganti. Survivor ditemukan dalam kondisi lemah dan beberapa luka lecet.
  • Pada jam 20:52 WIB, Survivor berhasil dievakuasi di bawa ke Posko SAR di Kinahrejo dan dilanjutkan penyerahan Survivor kepada Pihak POLDA DIY
  • Sekitar jam 21:02 WIB, Survivor diluncurkan ke RSUP SARJITO
  • Jam 21.00 hingga 23.00 WIB, seluruh personil Tim SAR Kabupaten Sleman melakukan evaluasi kegiatan harian di rumah PU 701.
  • Jam 23.00 hingga 00.30 WIB, 3 personil Tim SAR Kabupaten Sleman melakukan cleaning peralatan BPBD Kabupaten Sleman di Posko SAR di Kinahrejo.
  • Beberapa personil Tim SAR Kabupaten Sleman menyusun Laporan Sementara Kegiatan Tim SAR Kabupaten Sleman dalam Operasi SAR Merapi 2013 hingga jam 06.30 WIB.
  • Kegiatan Tim SAR Kabupaten Sleman dalam Operasi SAR Merapi 2013 belum dinyatakan selesai hingga dilaksanakannya Debrifing Akhir (Evaluasi Akhir), yang dilanjutkan dengan tahapan Pengakhiran Tugas dan Penutupan Kegiatan.
pers con SAR Merapi 2013
Survivor di Posko Survivor Ehbrewhnin Yevgeniy (26 tahun) di Posko SAR di Kinahrejo

Dengan diakhirinya kegiatan Tim SAR Kabupaten Sleman dalam Operasi SAR Merapi 2013, maka segenap jajaran BPBD Kabupaten Sleman dan Tim SAR Kabupaten Sleman menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya serta permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak/unsur – baik dari masyarakat maupun pemerintah, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung, yang telah terlibat selama proses pelaksanaan Operasi SAR Sleman 2013.

Comments

One response to “KEGIATAN TIM SAR KABUPATEN SLEMAN DALAM OPERASI SAR MERAPI 2013”

  1. sekolah online Avatar

    Informasi yang sangat penting dan runtun
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan