Pagi ini, Minggu 9 Desember 2012, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X, akan mengunjungi korban bencana angin puting beliung di Purwomartani, Kalasan, Sleman. Gubernur ingin melihat kesiapan dan kegiatan di Posko Utama Bencana yang diaktifkan BPBD Sleman di Dusun Bromonilan, Purwomartani, Kalasan dan berkeliling untuk meninjau dampak bencana serta mengunjungi warga yang terkena bencana angin puting beliung.
Sebelumnya, Bupati Sleman, Sri Purnomo, juga telah berkunjung ke wilayah bencana dan memutuskan status keadaan darurat kejadian bencana angin puting beliung selama 5 hari terhitung mulai tanggal 7 – 11 Desember 2012. Status keadaan darurat diberlakukan pada wilayah 3 desa di 3 kecamatan, yakni Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, dan Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok. Dengan adanya status tersebut, instansi terkait bersama dengan masyarakat diminta dapat mengambil langkah-langkah penanggulangan bencana.
Hingga saat ini data kerusakan rumah yang dihimpun BPBD Sleman mencapai 960 rumah yang terdiri dari rusak berat 135 unit, rusak sedang 240 unit dan rusak ringan 585 unit. Untuk fasilitas umum yang rusak dilaporkan mencapai 46 unit yang meliputi 6 unit rusak berat, 31 rusak sedang dan 9 unit rusak ringan.
Untuk korban luka-luka, tercatat 3 orang harus menjalani rawat inap, menyusul adanya seorang relawan yang terpaksa harus menjalani rawat inap karena terjatuh saat akan melakukan evakuasi pohon yang tumbang. Korban luka-luka yang menjalani rawat jalan sejumlah 15 orang.
Kebutuhan penanganan bencana angin puting beliung diantaranya genting, seng, asbes, wuwung, usuk, reng, dan paku. Jenis kebutuhan ini mendesak bagi korban untuk memperbaiki rumah yang rusak diterjang angin puting beliung. Apalagi sewaktu-waktu juga bisa turun hujan.






Leave a Reply