Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Pertumbuhan Kubah di Gunung Merapi, Masyarakat Diminta Siaga

Ditulis oleh

|

SLEMAN – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatatkan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Merapi masih cukup tinggi. Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengungkapkan, “Pada pekan ini Gunung Merapi meluncurkan 47 kali guguran lava ke arah barat daya, dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1,8 kilometer. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan Akan tetapi, teramati adanya pertumbuhan pada kubah barat daya dan kubah tengah. Berdasarkan analisis foto tersebut volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.672.000 m3 dan kubah tengah sebesar 2.796.000 m3,”

Intensitas curah hujan sebesar 0.11 milimeter per jam selama maksimal 60 menit di Pos Kaliurang pada 22 dan 23 Juli 2022. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di lereng Merapi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan