
Warga masyarakat Yogyakarta bersama ratusan relawan dari berbagai organisasi peduli penanggulangan bencana dan aparat pemerintah dari instansi penanggulangan bencana mengadakan peringatan detik-detik Gempa Yogya 6 tahun silam. Acara yang dilaksanakan di Alun-Alun Selatan pada Minggu (27/5) pagi merupakan acara utama dalam rangkaian Festival Tenda Bangkit yang sudah dilaksanakan sehari sebelumnya. Peringatan ditandai dengan bunyi sirene dari berbagai peralatan kendaraan penggulangan bencana yang berada di lokasi upacara.

Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX, selaku Inspektur Upacara, menyatakan bahwa Gempa Yogya telah menimbulkan korban dan kerugian yang luar biasa bagi masyarakat DIY. Oleh karena itu, peringatan Gempa Yogya merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dan stakeholer lainnya dalam penanganan bencana, yang dimulai mulai dari prabencana, saat bencana, dan pascabencana. “Masyarakat telah memiliki modal sosial yang berakar pada budaya sendiri, yaitu semangat kebersamaan. Dengan semangat itu, masyarakat mampu bersama-sama melewati seluruh bencana yang terjadi,” tambah Wagub DIY.

Kemampuan masyarakat DIY tersebut merupakan modal sosial yang mendorong penanganan bencana menjadi lebih baik. Bahkan penanganan bencana gempa bumi di DIY dan Jateng dijadikan sebagai role model penanganan bencana gempa bumi secara nasional bahkan internasional, terutama di Asia Pasifik, seperti yang disampaikan oleh Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BNPB Sugeng Triutomo.
Selain acara peringatan tersebut, juga dilaksanakan Festival Tenda Bangkit yang merupakan simbolisasi ketahanan dan kemampuan masyarakat DIY dalam penanggulangan bencana. Dalam FTB, berbagai macam jenis tenda darurat didirikan dan gelar peralatan dari berbagai organisasi penanggulangan bencana.






Leave a Reply