Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Merapi Semburkan Abu Vulkanik, Warga Dihimbau Tidak Panik

Ditulis oleh

|

Pagi ini (Senin,10/03/2014) pukul 06.54 WIB terjadi hembusan asap sulfatara di Gunung Merapi. BPPTKG Yogyakarta mencatat terjadi dua kali hembusan, hembusan pertama terjadi pukul 06.54 WIB, sedangkan hembusan kedua terjadi pukul 07.08 WIB. Bersamaan hembusan yang kedua terjadi gempa vulkanik dalam yang menimbulkan asap hitam setinggi 1.500 meter dan condong ke arah barat. Saksi mata mengatakan, mulai pukul 07.00 WIB terlihat Merapi mengeluarkan asap, sehingga hujan abu tipis terjadi diantaranya di Dusun Ngrangkah dan Kaliadem (Desa Kepuharjo). Selain di Sleman, hujan abu tipis juga terjadi di Kecamatan Kemalang (Kabupaten Klaten) dan Kecamatan Selo (Kabupaten Boyolali).

Menurut Subandriyo, Kepala BPPTKG Yogyakarta, hembusan asap Merapi diduga disebabkan gempa tektonik yang terjadi sekitar 115 km tenggara Kabupaten Malang (Jawa Timur) berkekuatan 5,4 SR dengan kedalaman 10 km pada hari Minggu (09/03/2014) pukul 20.42 WIB. Gempa tersebut mengguncang Merapi sehingga mendorong pelepasan gas. Oleh karena itu, penyebab pelepasan gas ini berbeda dengan letusan freatik, karena tidak terjadi hujan di puncak Merapi (sumber: http://www.solopos.com/2014/03/11/aktivitas-gunung-merapi-bpptkg-jogja-nilai-fenomena-merapi-aneh-495158).

Subandrio juga menambahkan: “Letusan besar Gunung Merapi pada 2010 lalu karena dikontrol oleh kandungan gas yang tinggi. Akibat kandungan gas itu, maka fenomena pelepasan gas seperti itu kerap terjadi hingga saat ini” (sumber: http://rri.co.id/index.php/berita/93111/Hujan-Abu-Vulkanik-Dari-Merapi-BPPTK-). Oleh karena itu, masyarakat dihimbau tidak panik dan bila perlu menggunakan masker. Kesiapsiagaan juga harus terus dijaga untuk mengantisipasi fenomena aktivitas Gunung Merapi.

Status aktivitas Gunung Merapi sampai saat ini tergolong Normal berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 28 Februari – 6 Maret 2014 yang dikeluarkan BPPTKG Yogyakarta. BPPTKG Yogyakarta juga menyatakan:

  1. Kegiatan pendakian Gunung Merapi disarankan hanya sampai Pasarbubar (± 2.500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
  2. Mengingat curah hujan cukup tinggi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan