Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Merapi Keluarkan Hembusan Gas (Lagi)

Ditulis oleh

|

Minggu pagi (20/4/2014) sekitar pukul 04.26 – 04.40 WIB, Gunung Merapi kembali mengeluarkan hembusan gas dengan durasi 20 menit (lihat gambar). Hembusan gas ini tercatat ketiga kalinya selama tahun 2014. Sama seperti sebelumnya, hembusan gas kali ini disertai dengan gemuruh yang terdengar di sekitar Gunung Merapi radius 6-7 km. Menurut Kepala Humas, Informasi, dan Data BNPB, Sutopo Purwo, hembusan gas juga disertai keluarnya material pijar sejauh 1 km yang mengarah ke hulu Kali Senowo. Namun, berdasarkan hasil analisis BNPB, material pijar yang keluar dari kawah bukan material juvenile (magma baru). Merapi belum memasuki fase letusan magmatik baru. Material yang keluar adalah gas vulkanik yang dominan CO2 yang memicu letusan (sumber: http://news.detik.com/read/2014/04/20/073725/2559765/10/bnpb-terjadi-letusan-kecil-di-merapi-hujan-abu-di-radius-12-km?ntprofil). Data dan informasi tersebut diterima BNPB dari informasi awal BPPTKG Yogyakarta.

 Rekaman gempa hembusan di stasiun Pusunglondon, Puncak G. Merapi tanggal 20 April 2014 pukul 04.21 WIB durasi 20 menit (Sumber: http://merapi.bgl.esdm.go.id/)
Rekaman gempa hembusan di stasiun Pusunglondon, Puncak G. Merapi tanggal 20 April 2014 pukul 04.21 WIB durasi 20 menit (Sumber: http://merapi.bgl.esdm.go.id/)

Menurut BPPTKG Yogyakarta, hembusan gas tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik tipis ke sektor Tenggara, Selatan, Barat dan Barat Daya dengan radius 15 km (Sumber: http://merapi.bgl.esdm.go.id/). Akibat pengaruh angin, dilaporkan dari personil BPBD Sleman dan instansi terkait di lapangan, hujan abu sampai ke wilayah Kecamatan Tempel dan Ngemplak. Menurut Bambang Nurwiyono (Camat Cangkringan), akibat hembusan gas dan hujan abu tersebut beberapa warga di atas (Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen) sempat turun. Namun, setelah mengetahui status Merapi masih Aktif Normal, mereka kembali ke rumah masing-masing. BPBD Kabupaten Sleman merespon kejadian tersebut dengan menyiapkan personil untuk antisipasi terjadinya pengungsian dan membagikan masker kepada masyarakat di Posko Utama Pakem. Sekitar pukul 07.00 WIB, kegiatan masyarakat telah kembali normal.

Hembusan gas  dimungkinkan dapat terjadi lagi, karena menurut Subandriyo (Kepala BPPTKG Yogyakarta) morfologi puncak Merapi saat ini relatif terbuka memiliki konsekuensi akan sering terjadi hembusan (letusan vulkanian) yang dapat melontarkan material halus berupa pasir halus dan abu ke sekitar Merapi (Sumber:http://bpbd.magelangkab.go.id/content/view/275#sthash.HUkXITPd.dpuf).

Oleh karena itu, apabila terjadi hembusan gas atau letusan freatik lagi masyarakat dihimbau:

  1. Tidak mudah panik.
  2. Apabila akan beraktivitas di luar rumah menggunakan masker.
  3. Mencari informasi status Gunung Merapi dari sumber terpercaya ( misal: BPPTKG Yogyakarta atau BPBD Kabupaten Sleman).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan