Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Gunung Merapi Teramati 17 kali Guguran

Ditulis oleh

|

Sleman – Gunung Merapi 26 Maret 2025, pada periode pengamatan pukul 00.00-24.00 WIB, teramati terdapat 17 kali guguran lava dari gunung yang memiliki tinggi 2968 mdpl tersebut.

Dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter, 17 kali guguran lava tersebut mengarah ke barat daya tepatnya ke arah Kali Sat/Kali Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng.

Diambil dari data Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), dalam periode pengamatan yang ada, tercatat 102 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-14 mm serta durasi selama 40.05-163.43 detik.

Sejak tanggal 5 November 2020 hingga saat ini, BPPTKG telah menetapkan bahwa Gunung Merapi berstatus Level III atau Siaga.

Secara lebih lanjut, BPPTKG juga menjelaskan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km. Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sementara pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Maka dari itu, BPPTKG menyarankan masyarakat supaya tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, juga supaya masyarakat lebih mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan