SLEMAN – Gunung Merapi teramati 11 kali mengeluarkan guguran lava, Rabu (11/10). Hal itu berdasarkan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ), pukul 00.00-06.00 WIB.
“Hari ini, teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter (m),” kata Ahmad Sopari, Penyusun Laporan.
Dalam kurun waktu yang sama, tercatat 31 kali guguran dengan amplitudo: 3 milimeter (mm) dan durasi 15.36 detik. Kemudian, hybrid atau fase banyak sejumlah 86, amplitudo: 2 – 10 mm, S-P: 0.3 – 0.5 detik dengan durasi 5.28 – 8.8 detik. Angin bertiup tenang ke arah barat, suhu udara 13 – 18 derajat celcius dengan kelembapan udara 65 – 98 persen dan tekanan udara 768.9 – 919.1 mmHg.
Saat ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Oleh karenanya, masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi sekaligus mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi .







Leave a Reply