SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak dua kali luncuran awan panas guguran (APG) dan 176 luncuran lava dalam sepekan terakhir. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan, “Pada minggu terjadi 2 kali awan panas guguran ke arah barat daya (hulu Kali Boyong) dengan jarak luncur 1.000 meter,” kata Agus (03/04)
Disampaikan Agus, selain masih ada luncuran wedus gembel. Gunung Merapi turut meluncurkan ratusan kali lava dari puncaknya. “Guguran Lava teramati sebanyak 176 kali ke arah barat daya (hulu Kali Bebeng dan Boyong) dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” ucapnya. Ia juga menuturkan dari hasil analisis morfologi kubah lava dari Stasiun kamera Deles5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2. Pada kubah barat daya teramati adanya perubahan morfologi.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km. Lalu untuk Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPBD Kabupaten Sleman menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.







Leave a Reply