Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Gunung Merapi Luncurkan 13 Kali Lava Pijar

Ditulis oleh

|

SLEMAN – Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar. Menurut keterangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), total ada 13 kali guguran lava pijar pada Selasa (08/08). BPPBTKG menyebut jarak luncur maksimum lava pijar Gunung Merapi maksimum 1.700 meter ke arah barat daya.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan di Jogja, Selasa, menjelaskan berdasarkan pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, sebanyak 12 guguran lava pijar terpantau meluncur ke Kali Bebeng sejauh 1.700 meter dan satu kali ke Kali Boyong. “Satu kali ke Kali Boyong dengan jarak luncur 1.200 meter,” kata dia. Selama periode pengamatan itu, menurut Agus, Gunung Merapi = juga mengalami 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-27 mm selama 28.24-132.48 detik dan satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 7 mm selama 47.84 detik.

Asap kawah bertekanan lemah di atas puncak Gunung Merapi Jogja teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 75 meter di atas puncak kawah. Berdasarkan pengamatan BPPTKG periode 28 Juli-3 Agustus 2023, volume kubah barat daya Merapi terukur sebesar 2.573.600 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.369.800 meter kubik.

Intensitas kegempaan Gunung Merapi Jogja selama sepekan terakhir, menurut Agus, terhitung masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada pekan ini menunjukkan pemendekan jarak tunjam sebesar 5 cm per hari.

Potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Woro hingga sejauh tiga kilometer dari puncak dan Kali Gendol hingga sejauh lima kilometer dari puncak. Selain itu, guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Boyong hingga sejauh lima kilometer dari puncak serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh tujuh kilometer dari puncak. BPBD Kabupaten Sleman menghimbau masyarakat agar selalu berwaspada serta tidak mendekati area potensi bahaya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan