Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan bahwa Gunung Merapi mulai mengugurkan awan panas yang meluncur ke tenggara sejak pukul 23:18 WIB. Kemudian dari pukul 00:23 sampaiĀ 24:00 WIB telah terjadi sebanyak 149 kali gempa guguran selama periode pengamatan Selasa (8/3).
Magma Indonesia lewat Laporan Aktivitas Gunung Api menyatakan bahwa Gunung Merapi memasuki level 3 (Siaga) potensi bahaya yang ditimbulkan berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radium 3 km dari puncak.Ā Masyarakat dihimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bencana.
Akibat guguran awan panas gunung merapi, masyarakat Dusun Klangon, Kalitengah Lor, Kaliurang Timur, Glagaharjo, Cangkringan sempat diungsikan ke Barak Balai Desa Glagahharjo yang telah siap dengan bilik-bilik yangĀ sesuai dengan Prokes di masa pandemi.
“SejumlahĀ 193 wargaĀ terdiri dari 79 warga yang termasukĀ kelompok rentan yakni lansia sebanyak 38 orang, balita sebanyak 40 orang, ibu hamil sebanyak 1 orang dan dewasa sebanyak 114 orang. Total keseluruhan 193 masyarakat. Saat ini masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing,” Jelas Kromo, Petugas Barak Glagaharjo.
Badan Penanggulangan Bencana lewat Tim Reaksi Cepat (TRC) Sleman terus memantau keadaan di lapangan bersama Lurah Umbulharjo, TNGM, BPBD DIY, SAR DIY, dan BASARNAS. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, STP, MTĀ juga langsung meninjau lokasi pasca eruspi merapi pada Kamis Pagi (10/03).







Leave a Reply