Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Bupati Sleman: Masyarakat Tenang dan Aktivitas Ekonomi Tetap Berjalan

Ditulis oleh

|

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSI, berpesan agar masyarakat tetap tenang dan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Pesan itu disampakan bupati pada saat memberi pengarahan pada rapat koordinasi terbatas antar SKPD terkait kenaikan status Gunung Merapi dari normal ke waspada atau level II, Selasa 30 April 2014 di Ruang Rapat Setda B Kabupaten Sleman.

“Masyarakat perlu tenang dan  tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Dalam ketenangan kesiapsiagaan bisa lebih baik,” jelas bupati. Bupati juga berpesan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan karena belum ada kejelasan apakah aktivitas Gunung Merapi terus akan meningkat, sehingga perlu dilihat perkembangannya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang kadang simpang siur. Untuk  informasi terkait aktivitas Gunung Merapi masyarakat bisa mencari ke sumber yang resmi baik dari BPPTKG ataupun dari Pemkab Sleman, sehingga tidak menimbulkan dampak kecemasan.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah, dr. H. Sunartono, M. Kes selaku Kepala BPBD Sleman  tersebut  dihadiri pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Sleman,  Camat Turi, Camat Pakem dan Camat Cangkringan, Kodim Sleman, Polres Sleman  dan PMI. Dalam kesempatan tersebut ditanyakan kesiapan masing-masing SKPD, kecamatan, Kodim, Polres dan PMI

Sunartono juga berpesan walaupun Sleman sudah memiliki pengalaman penanganan bencana erupsi Merapi,  jajaran SKPD untuk tetap mengecek kesiapan masing-masing sesuai dengan ketugasannya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Drs H. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM menyampaikan bahwa BPBD Sleman telah menyiapkan aparat yang siaga 24 jam di Posko Bayu Induk BPBD Sleman dan di Posko Utama Pakem. Barak, logistik pangan, masker juga telah dicek kesiapannya sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu.

Julisetiono juga mengingatkan pengalaman tahun 2006 ketika semua siap dengan Merapi, tetapi kemudian terjadi gempa. “Jangan terlalu fokus pada Merapi saja, karena saat ini memasuki pancaroba, sehingga potensi puting beliung juga perlu diwaspadai,” jelasnya.

Meskipun demikian, Julisetino tetap meminta masyarakat untuk tenang dan jangan panik.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan