Hujan deras yang terjadi terus menerus di Kecamatan Prambanan mengakibatkan kejadian tanah longsor dan pohon tumbang di Padukuhan Jali, Padukuhan Nawung Desa Gayamharjo Prambanan .Sedikitnya 5 orang mengalami luka – luka dengan rincian 2 orang patah kaki, 2 orang patah tangan dan 1 orang menngalami pendarahan di kepala. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat seperti RSUD Prambanan dan RS Panti Rini Kalasan.
Sebelum kejadian sudah ada perintah dari Kepala Desa Gayamharjo, Sugiyanto, SE, agar Desa Tangguh Bencana Gayamharjo memberitahukan kepada warga untuk siap siaga melakukan evakuasi warga yang tinggal di lereng tebing yang rawan longsor. Berdasarkan informasi dari BMKG menyebutkan puncak musim hujan sangat lebat disertai angin kencang agar kesiapsiagaan dan kewaspadaan terus ditingkatkan.
Itulah gambaran Simulasi Gladi Lapang Tanah Longsor di Desa Gayamharjo Prambanan yang diikuti 250 warga masyarakat Gayamharjo, Prambanan, 26 Februari 2015 di lapangan Gayamharjo, Prambanan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih masyarakat siap siaga dan mengetahui apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana tanah longsor.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, yang menyaksikan simulasi gladi lapang yang diikuti warga Desa Gayamharjo, Forum Pengurangan Resiko Bencana Prambanan ( FPRB ), PMI Sleman, TNI/POLRI,Puskesmas Prambanan dan TRC Sleman.
Dalam pengarahannya antara lain Wakil Bupati mengharapkan masyarakat desa Gayamharjo khususnya dan warga Prambanan umumnya agar tahu tanda – tanda alam jika akan terjadi tanah longsor dan tidak panik saat bencana terjadi.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Drs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk melatih masyarakat dan aparat agar memiliki bekal pengetahuan tentang bencana dan penanggulangannya. Harapannya, jika terjadi bencana masyarakat dan aparat dapat dengan mandiri untuk mengantisipasi dan menanganinya.










Leave a Reply