SLEMAN – Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati menjelaskan Sesar Opak dan Megathrust di pantai selatan masih aktif. Oleh karena itu, pelatihan kebencanaan kepada masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak boleh putus. “Kalau Sesar Opak ini memang aktif belum berhenti masih aktif. Namun di selatan juga ada megathrust, nah ini juga masih aktif,” kata Dwikorita usai pembukaan ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) 2023 di Royal Ambarrukmo, Kabupaten Sleman, Selasa (01/08).
Dia menjelaskan gempa 6 Magnitudo di selatan Kabupaten Bantul belum lama ini hanya menyebabkan kerusakan ringan. Ini salah satunya berkat antisipasi yang cukup baik. “Kalau di kabupaten provinsi lain kekuatan sekian dan kedalaman kurang lebih sama, itu rusaknya masif. Namun kemarin tidak ada, hanya ringan dan sangat ringan. Berarti Yogyakarta sudah antisipasi patahan Sesar Opak Oyo. Ini mohon terus dikuatkan,” katanya.
Terkait potensi Megathrust, tahun lalu Dwikorita juga pernah menyampaikan hal serupa. Ia menyebut potensi gempa 8,7 magnitudo di selatan Jawa bukanlah ramalan semata. Tak cuma gempa, ada potensi tsunami setinggi 8-10 meter yang bisa menghantam pantai Selatan Jawa. “Ini bukan prediksi, bukan ramalan, belum tentu terjadi. Itu bukan hanya analisis pakar gempa bumi dan tsunami dengan memperhitungkan kemungkinan terburuk. di tepian Samudra Hindia, oleh karena itu tempat ini kita anggap sangat ideal untuk menunjukkan simulasi,” katanya.
BPBD Kabupaten Sleman turut menyukseskan acara ARDX 2023 dengan menjadi anggota dan terus menggali ilmu yang dapat bermanfaat dan diterapkan untuk penanggulangan bencana ke depannya.







Leave a Reply