Sleman — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggelar rapat pengembangan aplikasi SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana) pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Ruang Rapat B BPBD Sleman. Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Sleman beserta Kepala Sekretariat, bersama tim pengembang dan perwakilan peneliti.
SIMANTAB merupakan aplikasi yang sebelumnya telah diluncurkan BPBD Sleman sebagai alat kesiapsiagaan mandiri dan pelaporan bencana bagi masyarakat. Aplikasi ini memuat berbagai fitur utama seperti pelaporan bencana, informasi kebencanaan, peringatan dini, peta zona aman, panduan tanggap darurat, serta akses cepat terhadap informasi penanggulangan bencana.
Dalam agenda rapat ini, BPBD Sleman bekerja sama dengan tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang terdiri dari Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, M.Si., Cahya Damardjati, Ph.D., dan Riski Apriliani, S.I.Kom., M.A. Pengembangan ini diusung melalui kajian berjudul “Optimalisasi Aplikasi SIMANTAB Berbasis Inklusif untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Sleman Yogyakarta.”
Pengembangan SIMANTAB direncanakan mengarah pada fitur-fitur yang lebih inklusif, ramah untuk kelompok rentan, dan mampu mendukung sektor pariwisata berkelanjutan. Beberapa fitur tambahan yang dibahas dalam rapat meliputi:
- Voice-enabled alerts untuk pengguna tunanetra.
- Text-to-speech dan speech-to-text bagi pengguna tunarungu.
- Simple UI dengan kontras tinggi bagi lansia, serta penamaan fitur yang lebih jelas tanpa singkatan.
- Ketersediaan aplikasi berbasis iOS.
- Peringatan dini cuaca ekstrem berbasis data BMKG lengkap dengan notifikasi suara.
- Dukungan multilingual untuk wisatawan asing.
- Notifikasi zona aman yang aktif dan responsif.
- Fitur berbasis Human-Centered Design Inclusive (HCD) untuk keselamatan perempuan, anak, dan lansia.
- Panduan jalur evakuasi yang lebih komprehensif dan mudah dipahami.
BPBD Sleman berharap pengembangan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan, sehingga mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sleman.







Leave a Reply