SUPLEMEN BARU BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN SLEMAN

”APLIKASI KONSEP ERGONOMI POSTURAL KERJA “ (PEKERJAAN DI KANTOR DAN LAPANGAN)

Pembinaan pegawai BPBD dalam rangka memperingati hari jadi ke – 103 Kabupaten Sleman tahun 2019 dengan tema “MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT MENUJU SLEMAN YANG BERDAYA SAING DAN MANDIRI”, pada tanggal 17 Mei 2019 di Oproom Dinas PMD Kabupaten Sleman mensinergikan tema Hari Jadi tersebut dalam kegiatan pembinaan pegawai BPBD yang dibuka oleh Kepala pelaksana BPBD Bapak Drs. Joko Supriyanto, M.Si yang dihadiri oleh semua pejabat Struktural dan  semua pegawai Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman .

Topik ini di angkat karena banyaknya tugas di lapangan serta administrasi yang harus dilakukan pegawai BPBD dalam melayani masyarakat terutama di bidang penanggulangan bencana dan kemanusiaan yang menjadi tugas pokok dan Fungsi  BPBD.Narasumber pembinan adalah Anggi Wahyu Sudianingrum, S.Ftr., Ftr. dari Bantul DIY memperkenalkan dan menyampaikan:

Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktifitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin (Nurmianto, 1996).  

Sehingga perpaduan  anatar Pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia, Sistem orang dan mesin, dan Peralatan yang dipakai manusia.

 

POSTUR KERJA Penerapan ilmu pengetahuan yang berkaitan kinerja manusia (fisiologi, psikologi, dan industri rekayasa) memperbaiki sistem kerja, yang terdiri dari orang tersebut, pekerjaan, alat dan peralatan, tempat kerja dan ruang kerja, dan lingkungan sekitarnya.

APLIKASI & PENERAPAN ERGONOMI

  1. Posisi Kerja
    1. Posisi duduk dimana kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama bekerja.
    2. Posisi berdiri dimana posisi tulang belakang vertikal dan berat badan tertumpu secara seimbang pada dua kaki.
  2. Posisi Kerja Duduk
    1. Keuntungan: Mengurangi kelelahan pada kaki, Terhindarnya sikap yang tidak alamiah, Berkurangnya pemakaian energi.
    2. Kerugian: Melembeknya otot perut, Melengkungnya punggung,Efek buruk bagi organ bagian dalam.
  3. Posisi Kerja Berdiri
    1. Keuntungan: Otot perut tidak kendor, sehingga vertebra (ruas tulang belakang) tidak rusak bila mengalami pembebanan.
    2. Kerugian: Otot kaki cepat lelah.
  4. Posisi Kerja Duduk – Berdiri

Posisi Duduk – Berdiri mempunyai keuntungan secara Biomekanis dimana tekanan pada tulang belakang dan pinggang 30% lebih rendah dibandingkan dengan posisi duduk maupun berdiri terus menerus.

  1. Proses Kerja

Karyawan dapat menjangkau peralatan kerja sesuai dengan posisi waktu bekerja dan sesuai dengan ukuran anthropometrinya.

  1. Tata Letak Tempat Kerja

Display harus jelas terlihat pada waktu melakukan aktivitas kerja

TANDA-TANDA SISTEM KERJA  YANG TIDAK ERGONOMI

  1. Hasil kerja (kualitas dan kuantitas) yang tidak memuaskan.
  2. Sering terjadi kecelakaan kerja atau kejadian yang hampir berupa kecelakaan.
  3. Karyawan sering melakukan kesalahan (human error).
  4. Karyawan mengeluhkan adanya nyeri atau sakit pada leher, bahu, punggung, atau pinggang (muskuloskeletal disorder).
  5. Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik pekerja.
  6. Karyawan terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang.
  7. Postur kerja yang buruk, misalnya sering membungkuk, menjangkau, atau jongkok.
  8. Lingkungan kerja yang tidak teratur, bising, pengap, atau redup.
  9. Karyawan mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan.
  10. Komitmen kerja yang rendah.
  11. Rendahnya partisipasi karyawan dalam sistem sumbang saran atau hilangnya sikap kepedulian terhadap pekerjaan bahkan keapatisan.

CARA MENCEGAH DAN MENANGANI

Evaluasi ergonomi dalam lingkungan kerja

  1. Istirahat Menurut International Labour Organization:
    1. Jika anda bekerja lebih dari 5,5 jam. Maka jam istirahat anda minimal adalah 30 menit. 30 menit ini dibagi menjadi 2 kali istirahat yaitu menjadi 15 menit setiap istirahat
    2. Jika anda bekerja lebih dari 10 jam. Maka jam istirahat anda minimal 45 menit, yang dibagi menjadi beberapa kali istirahat.

2. Olahraga (stretching)

    1. Di sela-sela jam kerja agar karyawan dapat meregangkan otot yang tegang,
    2. Latihan ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan oksigenasi sel,
    3. Latihan peregangan dapat mengurangi gejala kekurangan oksigen sel yang dapat menyebabkan peningkatan asam laktat sehingga menimbulkan nyeri.

 

Semoga dengan suplemen pengetahuan  Aplikasi Konsep Ergonomi Postur Kerja kinerja dan profesional kerja pegawai BPBD semakin meningkat sesuai dengan tema hari jadi ke – 103  “MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT MENUJU SLEMAN YANG BERDAYA SAING DAN MANDIRI”.

ast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *