Pembinaan Pegawai  BPBD Kabupaten Sleman di Bulan Puasa

Sleman (9/5 ), BPBD Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan pembinaan pegawai yang bertempat di Gedung Unit I Pemkab Sleman, dengan tema “PUASA RAMADAN MEMBUAT TUBUH TETAP SEHAT  DAN BUGAR”. Di awali dengan sambutan Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Sleman Asih Kushartati, S.TP, MT  menjelaskan maksud dan tujuan diadakan kegiatan pembinaan pegawai saat ini bertepatan pada bulan Suci Ramadan 1440 H/2019 ini adalah upaya meningkatkan profesionalise pegawai BPBD Kabupaten Sleman dalam menjalankan tupoksinya, dan  pembinaan saat ini khusus menghadirkan pakar kesehatan agar dalam menjalankan tugas di saat puasa tetap sehat dan bugar sehingga kinerja tetap optimal dalam melayanani masyarakat.

Kepala Sekretariat bersama karywan karyawati BPBD

Selanjutnya oleh dr. Patimah Hariyati Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan  Kabupaten Sleman, semua pegawai BPBD  diajak Senam Kewer – Kewer , dilanjutkan dengan materi menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan tubuh tetap sehat dan bugar tentunya menjadi harapan bagi pegawai BPBD dan semua umat muslim pada umumnya.

Senam Kewer-Kewer

Puasa berdampak pada kesehatan jantung karena tubuh melakukan peningkatan High Density Lipoprotein dan menurunkan Low Density Lipoprotein yang baik untuk jantung dan pembuluh darah. “Bahkan puasa juga dapat mengontrol konsumsi makanan berlemak dan gula sehingga bisa mencegah diabetes dan penyakit turunannya”  Ibadah puasa diharapkan dapat berjalan lancar dengan kondisi tubuh yang fit. dapat dilakukan dengan menjaga asupan makanan sehat dan berkecukupan saat berbuka dan sahur. Misalnya, saat berbuka jangan kalap memakan semua makananan yang tersaji. Sangat dianjurkan untuk minum manis hangat dan makanan ringan serta mengandung cukup air untuk memenuhi kebutuhan cairan yang telah habis saat berpuasa. Lalu, menghindari makanan dengan kandungan lemak tinggi, seperti gorengan, makanan atau minuman bersantan.

“Boleh makan gorengan, tetapi dibatasi misalnya 2 biji saja. Demikian pula penggunaan santan jangan terlau kental agar tidak memberi beban dan kontribusi lemak tinggi dalam tubuh.”

Mengonsumsi makanan yang kaya serat sangat dianjurkan pula untuk berbuka seperti buah-buahan. Selain itu, juga saat berbuka diusahakan untuk menghindari penambahan gula secara berlebih. Pasalnya, makanan ataupun minuman yang terlalu manis justru dapat menyebabkan rasa lelah dan kantuk.

dr. Patimah Hariyati

“Sebaiknya juga menghindari makan berat karena bisa menimbulkan gangguan lambung. Jika ingin makan berat bisa dilakukan setelah salat tarawih dengan porsi tidak berlebihan

Lalu bagaimana di saat sahur? bahwa pola makan sehat seperti saat berbuka juga tetap berlaku saat bersantap sahur. Namun, saat sahur asupan kalori perlu ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Contohnya, nasi, mie, spagheti.

Tidak hanya menjaga asupan makanan saja, tetapi saat sahur juga perlu menjaga pola hidrasi dengan minum cukup cairan yaitu 2 liter atau setara 8 gelas sehari. Mengingat kapasitas lambung terbatas, Patimah menyarankan jangan banyak minum sekaligus saat sahur, akan tetapi juga dicicil saat berbuka. Bisa dilakukan dengan minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat buka, dan 4 gelas di malam hari.

Memilih minuman yang tepat, lanjut Patimah, juga perlu dilakukan saat sahur. Seyogianya menghindari minum teh maupun kopi karena dapat meningkatkan produksi urine sehingga menaikkan frekuensi buang air kecil. Adapun yang dianjurkan adalah minuman isotonik, susu, dan air putih.

Menurutnya, sahur sangat penting untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Karenanya, dia mengimbau umat muslim untuk tetap melaksanakan sahur agar tubuh tetap bisa beraktivitas normal dan tetap bugar.

“Sahur ini penting, kalau tidak sahur selain menyebabkan lemas dan kantuk juga bisa menyebabkan pingsan karena kurang cairan. Sementara bagi orang dengan penyakit tertentu misalnya diabetes bisa mengalami syok.

Ditambahkan dr.Patimah, agar  selain menjaga makanan sehat saat buka dan sahur, menjalankan olahraga juga baik dilakukan untuk menjaga dan memperlancar peredaran darah. Hanya saja, olahraga yang dilakukan di waktu yang tepat dan dengan cara yang benar.

Olahraga yang disarankan adalah olahraga ringan, seperti lari-lari kecil, sepeda statis, skipping, dan streching. Olahraga dapat dilakukan selama 30 menit hingga satu jam menjelang waktu berbuka puasa, sehabis salat tarawih, dan sebelum sahur.

Dengan puasa Ramadhan kinerja BPBD semakin  optimal serta tetap Sehat dan Bugar dalam bertugas dan melayani Masyarakat. Salam Tanguh dan Salam Kemanusiaan.

 

ast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *