BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Masih Cukup Tinggi, Merapi Masih WASPADA

Berdasarkan manifestasi pelepasan gas di permukaan yang ditunjukan oleh data pemantauan, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, sehingga aktivitas Gunung Merapi  masih ditetapkan pada tingkat WASPADA (Level II).

Radius 3 km dari puncak G. Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk. Penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana III untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Demikian disampaikan Dr. Dra. Hanik Humaida, M.Sc, Kepala BPPTKG Yogyakarta dalam press release yang diterima BPBD Kabupaten Sleman, 31 Mei 2018.

Disebutkan bahwa letusan freatik terakhir sebelum 2018 terjadi pada 20 April 2014. Setelah 4 tahun tenang, pada tanggal 11 Mei 2018 terjadi letusan freatik yang diikuti aktivitas letusan berikutnya sebanyak 8 kali.

BPPTKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Merapi setelah dinaikan tingkat aktivitas NORMAL (Level I) ke WASPADA (Level II) pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB.

Paska letusan terakhir 24 Mei 2018 jam 10.48 WIB aktivitas kegempaan yang terjadi adalah sebagai berikut: gempa VT (Volcano Tektonik) kurang dari 1 kali/hari, hembusan 3 kali/hari, Multiphase 2 kali/hari, guguran 7 kali/hari dan tektonik 1 kali/hari.

Dilihat dari energi seismik yang digambarkan oleh data RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) secara kumulatif tidak ada peningkatan.

Pengukuran deformasi dengan tiltmeter dan GPS menunjukan terjadi deflasi pada periode 21-24 Mei 2018, sementara saat ini tidak terjadi perubahan yang signifikan.

Data pengukuran gas SO2 dengan metode DOAS (Differential Optic Absorption Spectrometry) dari tanggal 21-30 Mei 2018 relatif tetap sejak letusan terakhir, yaitu 90 ton/hari.

Aktivitas vulkanik saat ini didominasi oleh aktivitas pelepasan gas yang ditunjukan oleh kegempaan MP (Mulitiphase), guguran dan hembusan yang cukup tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *