Dalam upaya membangun budaya siaga dan budaya aman di sekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanggulangan bencana, BPBD Sleman menyelenggarakan kegiatan workshop pembentukan sekolah siaga bencana di 4 sekolah di Kabupaten Sleman yang rawan terhadap ancaman bencana alam. Kegiatan ini telah dilaksanakan di SMP N 2 Berbah ( 4 – 9 April ), SMP N 1 Kalasan ( 13 – 19 April ) yang berpotensi terhadap ancaman bencana gempa bumi.
Pemateri atau narasumber berasal dari BPBD Sleman dan LSM Yakkum Emergency Unit ( YEU ) dengan menyampaikan materi tentang kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman, pemetaan resiko disekolah, penyusunan RPB di sekolah, penyusunan tim siaga dan alur komando sekolah, peringatan dini di sekolah, penyusunan standar opersional prosedur ( SOP),penyusunan rencana kontijensi, pelatihan PPGD awam dan PHBS, penyusunan draft MOU Sister School serta penyusunan skenario dan penataran pelaku geladi lapang.
Peserta kegiatan ini berasal dari guru, karyawan, komite sekolah, perwakilan siswa ( OSIS ), perwakilan desa dan perwakilan kecamatan sejumlah 40 orang. Nursidi Winarta, SPd mengungkapkan kegiatan ini dapat meningkatkan institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah.
Kegiatan Workshop pembentukan sekolah siaga bencana secara bertahap akan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Ngemplak ( 22 – 28 April ) dan SMA N 2 Ngaglik ( 4 – 12 Mei ) yang di persiapkan menjadi sekolah penyangga bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi.

![P_20160406_151618[1]](https://bpbd.slemankab.go.id/wp-content/uploads/2016/04/P_20160406_1516181-300x169.jpg)





Leave a Reply