Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat menghadapi bencana, BPBD Sleman menggelar sosialisasi pengurangan resiko bencana di 10 Desa Kabupaten Sleman yang rawan terhadap ancaman bencana angin puting beliung dan banjir lahar hujan. Kegiatan ini telah mulai dilaksanakan di Desa Sumberejo ( 7-8 Maret 2016 ) dan Desa Pondokrejo (23 – 24 Februari ) Tempel yang berpotensi tinggi pada ancaman puting beliung dan banjir lahar hujan. Kemudian Desa Margorejo, Tempel(14 -15 Maret), Desa Caturharjo, Sleman (16 – 17 Maret) yang berpotensi terhadap ancaman angin puting beliung.
Narasumber berasal dari BPBD Sleman yang menyampaikan materi kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Badan Lingkungan Hidup Sleman menyampaikan materi Upaya Pengelolaan Pohon Perindang dan Mitigasi Terhadap Bencana. Sementara BMKG Yogyakarta menyampaikan informasi perkiraan cuaca dan iklim yang berpotensi menimbulkan bencana.
Kegiatan ini diikuti perangkat desa, komunitas/relawan peduli bencana, pkk, karang taruna, tokoh masyarakat dan lembaga lain sejumlah 50 orang. Peserta menyambut baik kegiatan ini karena dapat mengetahui hal – hal apa saja yang harus di persiapkan dalam menghadapi bencana yang ada di lingkungannya.
Selanjutnya, kegiatan sosialisasi pengurangan resiko bencana ini secara bnertahap akan akan dilangsungkan di Desa Tridadi, Sleman, Desa Sariharjo, Ngaglik, DEsa Umbulmartani,Ngemplak, Desa Tirtoadi, Mlati, Desa Nogotirto, Gamping dan Desa Purwomartani, Kalasan.







Leave a Reply