Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Dampingi Pemulihan Pascabencana, Pemkab Sleman Hadir Dukung Warga Terdampak

Ditulis oleh

|

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Penyaluran bantuan dilaksanakan secara bertahap selama dua hari, yakni pada Kamis (23/7) dan Senin (27/7). Bantuan ini diberikan kepada warga yang terdampak bencana angin kencang, tanah longsor, serta kebakaran.

Penyaluran tahap pertama dilaksanakan pada Kamis (23/7) bertempat di Aula Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Penyerahan ini dikhususkan bagi warga di wilayah Sleman bagian timur yang meliputi Kalurahan Tamanmartani dan Selomartani, Kapanewon Kalasan, serta Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah. Pada kesempatan tersebut, bantuan diserahkan kepada 50 warga penerima dengan total nilai bantuan sebesar Rp28.050.000.

Sementara itu, penyaluran tahap kedua dilaksanakan pada Senin (27/7) di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Bantuan diberikan kepada 28 warga penerima yang berasal dari Kapanewon Minggir, Tempel, Gamping, Cangkringan, Sleman, Mlati, Seyegan, Godean, dan Pakem dengan total nilai bantuan sebesar Rp52.800.000.

Dengan demikian, total bantuan sosial yang disalurkan pada tahap ini mencapai Rp80.850.000. Adapun hingga bulan Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD telah menyalurkan bantuan sosial kepada korban terdampak bencana alam dengan total nilai mencapai Rp292.700.000.

Bupati Sleman menegaskan bahwa bantuan sosial yang diberikan merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut bersifat stimulan untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana dan bukan merupakan penggantian kerugian secara penuh.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman juga mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dengan selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro menyampaikan bahwa wilayah Sleman dan sekitarnya saat ini sedang menghadapi anomali cuaca yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño serta pengaruh angin muson dari Australia yang cenderung kering.

“Kondisi tersebut memiliki beberapa dampak. Di antaranya musim kemarau panjang, mundurnya musim hujan, dan juga potensi angin kencang di beberapa titik kawasan Sleman,” terangnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sleman meminta seluruh pihak untuk semakin meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Saya pesan pada perangkat daerah terkait, BPBD kemudian DLH, berkaitan angin ya pohon-pohon yang memang sekarang harus dipangkas, pangkas. Tapi harus tetap memperhitungkan pelestarian lingkungan, tidak asal tebang,” tegas Bupati Sleman.

Melalui penyaluran bantuan sosial ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat yang terdampak bencana dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan awal proses pemulihan. Di sisi lain, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat budaya mitigasi bencana, serta saling menjaga lingkungan guna meminimalkan risiko bencana di wilayah Kabupaten Sleman.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan