SLEMAN — Dalam rangka memperkuat kapasitas relawan muda dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana yang diikuti oleh 30 anggota Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPBD Sleman, yang menyampaikan materi terkait pengenalan risiko bencana, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta tata cara penanganan kedaruratan berbasis masyarakat. Para peserta yang merupakan anggota Pramuka Peduli ini dipilih karena memiliki peran strategis sebagai relawan muda yang aktif dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.
Dalam paparannya, narasumber BPBD Sleman menjelaskan berbagai jenis ancaman bencana yang ada di wilayah Kabupaten Sleman, termasuk potensi erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, banjir, dan angin kencang. Peserta juga mendapatkan materi tentang prosedur evakuasi, teknik pertolongan pertama dasar, penggunaan jalur aman, serta peran relawan dalam sistem penanggulangan bencana daerah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, ditandai dengan diskusi dan tanya jawab seputar pengalaman Pramuka Peduli dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam praktik sederhana terkait penilaian situasi darurat dan kesiapan peralatan lapangan.
Pihak Kwarcab Sleman mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas Pramuka Peduli dinilai penting mengingat peran mereka dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama ketika terjadi bencana di tingkat lokal.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para anggota Pramuka Peduli mampu menjadi pionir kesiapsiagaan di tingkat komunitas, serta mendukung upaya BPBD Sleman dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan responsif terhadap bencana.






Leave a Reply