Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Resmi Ditutup di Balai RW Ambarukmo

Ditulis oleh

|

Kegiatan peningkatan kapasitas relawan secara resmi ditutup pada 23 November 2025 di Balai RW Ambarukmo. Kegiatan ini menghadirkan BPBD Sleman sebagai narasumber, khususnya dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, yang membawakan materi terkait Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 56 Tahun 2021.

Perwakilan dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Guntur Sugiantoro, menjelaskan bahwa bantuan bencana merupakan pemberian secara sukarela kepada korban bencana yang bertujuan meringankan beban kerugian serta membantu memfungsikan kembali fasilitas umum maupun fasilitas sosial yang mengalami kerusakan. Definisi ini merujuk langsung pada Perbup Sleman No. 56 Tahun 2021.

Dalam paparannya, Guntur juga memaparkan tujuh jenis bencana yang menjadi fokus penanganan di Kabupaten Sleman, yaitu angin kencang, tanah longsor, banjir, gempa bumi, erupsi Gunung Merapi, kebakaran dan kekeringan

Dalam penjelasannya, Guntur juga memaparkan skema pengelolaan bantuan bencana yang diterapkan BPBD Sleman. Skema tersebut mencakup bantuan non-keuangan yang diperuntukkan bagi pemulihan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang mengalami kerusakan akibat bencana. Selain itu, BPBD Sleman juga menyediakan bantuan keuangan bagi warga terdampak, yang meliputi bantuan untuk kerusakan rumah tinggal, santunan bagi korban meninggal dunia, bantuan bagi korban yang mengalami sakit atau cacat, serta bantuan untuk hewan ternak yang mati akibat bencana. Skema ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Yoga Nugroho Utomo, selaku Ketua Forum Komunikasi Komunitas. Ia menyampaikan topik mengenai peran relawan dalam penanggulangan bencana, menekankan pentingnya koordinasi, kesiapsiagaan, dan sinergi antarkomunitas dalam setiap fase kebencanaan.

Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa para relawan semakin siap, sigap, dan memahami mekanisme penanganan serta bantuan bencana sesuai ketentuan yang berlaku.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan