Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

BPBD Sleman dan DPRD Bersinergi Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Ditulis oleh

|

YouTube Tribun Jogja Official - "Peran DPRD Sleman Mendukung BPBD dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi"

SLEMAN – Dalam menghadapi peningkatan ancaman bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Niña, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, S.T.P., M.T., menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah Sleman. Dalam podcast yang diselenggarakan oleh Tribun Jogja, Makwan bersama dengan DPRD Sleman membahas berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan BPBD untuk mengurangi dampak bencana, mengingat curah hujan yang diperkirakan meningkat 20-40% di atas normal.

Makwan menjelaskan bahwa BPBD Sleman telah menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang diperbarui setiap tahun, yang mencakup potensi risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi yang harus diambil. “RPB yang kami miliki sudah diupdate setiap tahun. Dengan ini, kami lebih siap menghadapi berbagai jenis bencana yang bisa terjadi,” ujar Makwan dalam podcast tersebut.

Menurut Makwan, untuk menghadapi bencana, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan pihak swasta menjadi kunci utama. “Bencana adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk media, untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Makwan menyoroti pentingnya edukasi dan pelatihan, yang menjadi prioritas BPBD Sleman dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi bencana. BPBD juga terus mengadakan program pelatihan relawan, simulasi tanggap darurat, serta kampanye edukasi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. “Kami juga menggandeng berbagai pihak untuk memastikan bahwa setiap orang tahu bagaimana cara merespons saat bencana datang,” jelasnya.

Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, S.T., dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa mitigasi bencana memerlukan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat. “Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari masyarakat,” ujarnya. Gustan juga menyoroti pentingnya pemetaan potensi bencana dan penguatan infrastruktur yang rentan, seperti fasilitas umum, pendidikan, dan jalan utama, yang harus menjadi prioritas dalam penguatan struktur untuk mengurangi dampak kerusakan.

Gustan juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam, seperti air, untuk mengurangi dampak bencana. “Sistem embung yang ada di Sleman menjadi salah satu solusi untuk menangkap air hujan, yang kemudian bisa digunakan saat musim kemarau. Namun, pengelolaan embung ini harus lebih diperhatikan dan dikelola secara optimal oleh Pemkab Sleman,” ujarnya.

Makwan juga menambahkan bahwa embung merupakan bagian dari solusi jangka panjang dalam mitigasi bencana, namun koordinasi dengan pemerintah pusat masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya. BPBD Sleman juga terus berfokus pada upaya penguatan infrastruktur dan penataan ruang yang ramah terhadap bencana.

Makwan dan Gustan sepakat bahwa mitigasi bencana membutuhkan komitmen jangka panjang. Makwan menegaskan, “Penting bagi kita untuk mempersiapkan generasi mendatang agar lebih siap dan tangguh menghadapi bencana yang mungkin terjadi.”

Dengan dukungan penuh dari DPRD Sleman dan kolaborasi dengan berbagai pihak, BPBD Sleman optimis bahwa upaya mitigasi bencana yang lebih kuat dan terkoordinasi akan menjadikan Sleman lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di masa depan.

 

 

(Magang)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan