Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

KKN UNY Gelar Penyuluhan Mitigasi Bencana di Karangasem, Pandowoharjo, Sleman

Ditulis oleh

|

Sleman – Mahasiswa-mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana. Acara ini berlangsung pada Minggu, 8 Desember 2024, di Padukuhan Karangasem, Pandowoharjo, Sleman.

Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, yang diwakili oleh Ismardiyanto, selaku staf dari BPBD Kabupaten Sleman sekaligus pemateri dalam acara tersebut. Dalam penyuluhan ini, Ismardiyanto memaparkan potensi ancaman bencana yang sering terjadi di wilayah Sleman, di antaranya bencana erupsi Gunung Merapi, angin kencang, gempa bumi, dan kekeringan.

Menurut Ismardiyanto, penting bagi masyarakat untuk memahami jenis-jenis bencana yang dapat terjadi di sekitar mereka serta bagaimana cara mitigasi yang tepat. “Kesiapsiagaan terhadap bencana dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Kami berharap masyarakat dapat memahami langkah-langkah mitigasi yang efisien dan aplikatif,” ujarnya.

Dalam sesi penyuluhan, beberapa langkah mitigasi yang efisien untuk menghadapi bencana dijelaskan dengan rinci. Untuk bencana erupsi Gunung Merapi, masyarakat diajak untuk selalu memperhatikan informasi resmi dan mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditentukan. Sedangkan untuk bencana angin kencang, pemateri menyarankan agar warga memangkas ranting pohon yang rawan tumbang serta mengurangi ketinggian pohon agar tidak lebih tinggi dari bangunan sekitar, untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

Sesi Foto Bersama Kegiatan Penyuluhan Mitigasi Bencana Padukuhan Karangasem, Pandowoharjo, Sleman

Selain itu, mitigasi terhadap gempa bumi juga menjadi sorotan. Warga diajak menyediakan sudut ruangan sebagai tempat berlindung juga memperkuat bangunan rumah sesuai dengan standar keselamatan gempa. “Pastikan bangunan Anda memiliki struktur yang cukup kuat untuk mengantisipasi guncangan gempa,” pesan Ismardiyanto.

Untuk mengatasi potensi kekeringan yang sering terjadi di beberapa kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman saat musim kemarau, pemateri juga menghimbau masyarakat untuk membuat sumur resapan. Sumur resapan dapat membantu menampung dan menyerap air hujan ke dalam tanah, yang pada gilirannya akan menjaga keseimbangan pasokan air tanah. “Dengan cara ini, kita dapat mengurangi dampak kekeringan yang sering terjadi di beberapa wilayah Sleman,” tambahnya.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat sambutan positif dari warga. Suwardiyanto, sebagai Dukuh Karangasem dan juga salah satu tokoh masyarakat yang hadir, menyatakan bahwa informasi yang disampaikan sangat berguna. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNY dan BPBD Sleman. Penyuluhan ini membuka wawasan kami tentang cara menghadapi bencana dengan lebih baik,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UNY berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Padukuhan Karangasem dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi. Penyuluhan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya untuk lebih peduli dan siap dalam upaya mitigasi bencana.

Dengan antusiasme yang tinggi, acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana warga bertanya lebih lanjut tentang langkah-langkah yang bisa mereka ambil untuk memitigasi bencana di lingkungan mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNY berharap dapat memberikan dampak positif dan memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

 

 

(Magang)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan