Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

KB/TK Al-Ikhlas Nglempongsari Siapkan Anak Didik Hadapi Bencana Alam

Ditulis oleh

|

Sleman – Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Al-Ikhlas Nglempongsari, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, mengadakan kegiatan penting yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya dalam menghadapi bencana alam. Kegiatan berlangsung pada Selasa 03 Desember 2024 dan diikuti oleh 90 murid dan 14 guru/karyawan.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, yang diwakili oleh Agaton Sulistyanto, Ismardiyanto, dan Yudhi Wahyu Cahyana. Sosialisasi dimulai dengan penyampaian materi oleh Agaton Sulistyanto mengenai ancaman bencana alam yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Ia menjelaskan berbagai jenis bencana yang sering terjadi di daerah tersebut, serta pentingnya mengetahui langkah-langkah evakuasi yang benar.
Seperti diketahui, wilayah Kabupaten sleman memiliki 7 ancaman bencana, diantaranya erupsi gunung berapi, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor, banjir, kekeringan, dan kebakaran. Namun bencana gempa bumi dan angin kencang adalah bencana yang kerap terjadi serta berpotensi menyebabkan kerusakan. Agaton juga memberikan penjelasan mengenai kesiapan dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja serta pentingnya mengetahui langkah-langkah evakuasi. Maka, anak-anak harus diajarkan cara menghadapi bencana ini dengan cepat, tanggap, dan aman.
Usai itu, acara dilanjutkan dengan simulasi bencana gempa bumi dan angin kencang yang dipandu oleh Ismardiyanto dan Yudhi Wahyu Cahyana. Dalam simulasi ini, para pemateri memberikan pelatihan praktis kepada anak-anak mengenai apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Jika terjadi gempa bumi, anak-anak diajarkan untuk segera mencari perlindungan dengan berlindung di bawah meja atau sudut-sudut ruangan, lalu melindungi kepala dan tubuh mereka dengan tangan atau benda lain yang tersedia. Sedangkan pada saat terjadi angin kencang, anak-anak diberi pemahaman untuk tidak berada di dekat pohon atau benda yang bisa terjatuh. Mereka juga diajarkan untuk segera berlindung di dalam ruangan.
Saat simulasi berlangsung, para guru juga dilatih bagaimana cara menenangkan anak-anak dan memastikan mereka bisa mengikuti prosedur evakuasi dengan tertib dan aman. Tak hanya itu, pentingnya komunikasi yang efektif antara guru, anak, dan orang tua juga menjadi bagian dari sosialisasi yang ditekankan.
Kepala Sekolah TK Al-Ikhlas, Yuliastuti Nurmalasari, S.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menanamkan kesadaran dini tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak. “Meskipun mereka masih kecil, penting bagi mereka untuk tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana seperti gempa bumi atau angin kencang,” ujarnya.
Seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme tinggi dari anak-anak yang tampak senang dapat belajar cara menghadapi bencana dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk tetap tenang dan tidak panik dalam situasi darurat. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari orang tua murid yang merasa bahwa pemberian pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana pada usia dini akan memberi dampak positif bagi keamanan anak-anak di masa depan. Melalui kegiatan ini, TK Al-Ikhlas berharap dapat menanamkan pemahaman yang baik tentang kesiapsiagaan bencana pada anak-anak sejak dini, sekaligus mengajarkan mereka untuk selalu waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan.

 

 

(Magang)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan