Sleman – Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap risiko bencana semakin tumbuh di kalangan sekolah-sekolah di Sleman, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana. Sebagai langkah nyata, SD Negeri Gamping mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman untuk mengedukasi siswa tentang mitigasi bencana pada Kamis, 28 November 2024. Sebanyak 124 siswa antusias mengikuti sesi edukasi yang dipandu oleh narasumber Yudhi Wahyu Cahyana dan Agaton Sulistyanto, ST,, dari staf BPBD Sleman. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal berbagai ancaman bencana, seperti gempa bumi dan cuaca ekstrem, serta langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana. Kepala sekolah, Parniati S.Pd., mendukung penuh inisiatif ini, menyadari pentingnya pembekalan sejak dini untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di sekitar mereka, termasuk ancaman gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi. “Gempa bumi dapat terjadi akibat aktivitas tektonik atau vulkanik, dengan dampak yang dapat bervariasi,” jelas Agaton. Ia juga mengedukasi siswa untuk mengenali kekuatan gempa dan langkah mitigasi, seperti berlindung di bawah meja dan segera menuju area terbuka setelah gempa mereda.
Selain gempa, siswa diajarkan cara menghadapi angin kencang dan petir. Mereka diberi wawasan tentang tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti udara gerah dan awan mendung yang muncul pada pagi hari, yang dapat menandakan potensi angin kencang di siang hari. Dalam situasi tersebut, siswa disarankan tetap berada di dalam ruangan untuk menghindari risiko.
Bahaya petir juga menjadi perhatian utama. Narasumber menekankan agar siswa tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan lebat yang disertai petir. Selain itu, disarankan untuk memperkuat perabotan rumah tangga, seperti lemari dan rak buku, untuk mengurangi risiko cedera jika terjadi guncangan akibat bencana.
Parniati S.Pd. mengapresiasi kegiatan ini dan berharap siswa semakin tanggap terhadap ancaman bencana. “Melalui edukasi ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langkah nyata untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar mereka,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang sadar bencana dan siap menghadapi situasi darurat dengan pengetahuan yang cukup. Dengan pemahaman ini, siswa SD Negeri Gamping kini lebih percaya diri menghadapi berbagai potensi bencana.
(magang)







Leave a Reply