Sleman – Mahasiswa Magister Teknik Bencana Alam (MTBA) Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada (UGM), melakukan kunjungan dalam rangka kuliah lapangan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman pada Selasa, 26 November 2024, bertempat di ruang rapat BPBD Sleman. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami penilaian kerusakan akibat bencana, analisis risiko bencana, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan bencana alam.
Kegiatan kunjungan MTBA disambut oleh Lastra, S.IP., dengan pemaparan materi oleh Asih Kushartati, S.TP., MT., dan Heppy Anggriani, S.E. Dalam sesi diskusi, para mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang mekanisme penanganan bencana, mulai dari kajian cepat hingga proses pemberian bantuan, serta pentingnya peran desa tangguh bencana dan relawan dalam merespons bencana di Sleman.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait alokasi anggaran bencana, peran Tim Reaksi Cepat (TRC), prosedur asesmen kerusakan, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan bencana alam. Asih Kushartati menjelaskan bahwa BPBD Sleman memiliki prosedur sistematis dalam merespons bencana. Ketika bencana terjadi, Tim Reaksi Cepat (TRC) segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi awal. Mereka menangani berbagai situasi, seperti pohon tumbang, kerusakan genteng, dan kebutuhan logistik lainnya. Hasil evaluasi ini langsung dilaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), yang kemudian menindaklanjuti data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan bencana.
Terkait peran masyarakat Asih juga menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman juga memiliki komunitas relawan yang terdiri dari lebih dari 2.000 anggota. Relawan ini memainkan peran penting dalam respons cepat terhadap bencana di tingkat desa, terutama melalui tim tanggap darurat yang dibentuk oleh desa tangguh bencana. Salah satu tugas mereka adalah membantu menerbitkan surat kaji cepat sebagai dasar pengajuan bantuan.
Selain itu, BPBD Sleman juga menekankan pentingnya keberadaan tim operasional dan administrasi dalam mendukung proses tanggap darurat. Tim kaji cepat memiliki teknik khusus untuk menyajikan data dengan cepat dan akurat, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang tepat waktu dalam penanganan bencana.
Asih Kushartati menegaskan bahwa data yang dikumpulkan harus kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengapresiasi peran relawan dan desa tangguh bencana yang telah membantu BPBD Sleman merespons bencana secara cepat dan tepat.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa UGM memperoleh gambaran nyata tentang pengelolaan bencana di Sleman. BPBD Sleman berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di masa depan.
(magang)







Leave a Reply