Banjir lahar lahar hujan Merapi menjebol tanggul Pojok Suruh Sungai Gendol, Argomulyo, Cangkringan dan masuk ke pemukiman warga. Sirene EWS meraung-raung, warga yang masih bertahan di rumah-rumah segera menyelamatkan diri ke area yang lebih aman di titik kumpul. Sedikitnya 11 korban terluka saat berupaya menyelamatkan diri. Kesebelas korban tersebut mengalami luka-luka 5 orang, patah kaki 2, patah tangan 2 orang, patah leher 1 orang dan sesak napas 1 orang. Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat seperti RS Sardjito, RSUD Morangan dan RS Panti Nugroho.
Sebelum kejadian sudah ada perintah dari Kepala Desa Argomulyo agar Desa Tangguh Bencana Argomulyo untuk membunyikan EWS siaga 1 dan melakukan evakuasi semua warga karena laporan pantauan Gunung Merapi menyebutkan puncak hujan sangat lebat. Sementara ketinggian air sudah mencapai 3/4 dari mercu Dam Manggong dan terjadi aliran besar. Tanggul Pojok Suruh dalam kondisi kritis.
Itulah gambaran Simulasi Gladi Lapang Banjir Lahar Hujan Sungan Gendol Opak yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Sleman, 16 Oktober 2014, di lapangan Jetis, Argomulyo, Cangkringan. Kegiatan ini untuk melatih masyarakat agar selalui siap dan tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana banjir lahar hujan.
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, yang menyaksikan simulasi gladi lapang yang diikuti warga Argomulyo, RAPI Sleman, Tagana Sleman, PMI Sleman dan relawan.
Dalam pengarahannya antara lain Wakil Bupati menyoroti warga dan relawan yang saat simulasi banyak yang duduk di pinggir di bibir kendaraan pick up. Menurutnya,ini sangat beresiko terjadinya kecelakaan, sehingga ia berpesan untuk duduk di bawah saja. “Kalau kejadian sungguhan tentunya kendaraan akan melaju cepat, ini sangat berbahaya,: katanya..
Wakil Bupati juga berpesan agar warga memahami perubahan status banjir lahar hujan, yang berbeda dengan status Gunung Merapi. Termasuk dalam memahami bunyi sirene EWS yang berubah sesuai dengan status banjir lahar hujan.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Drs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM, menyampaikan bahwa dari 41 dusun yang rawan banjir lahar hujan di Sleman, 14 dusun diantaranya ada di Desa Argomulyo. Hal ini menuntut kesiapsiagaan dari masyarakat di sekitar alur Sungai Gendol, termasuk Desa Argomulyo.












Leave a Reply