BPBD Kabupaten Sleman telah membuat skema alur evakuasi penduduk bencana Gunung Merapi dan juga tempat pengungsiannya. (Lihat Skema Alur Evakuasi).
Kepala BPBD Sleman DRs. H. Julisetiono Dwi Wasito, SH, MM mengatakan selain membuat alur, juga telah membuat skenario penangganan bencana Gunung merapi , yaitu skenario 10 Km dan 15 km. Dalam skenario ini zonasi sudah jelas, terutama untuk evakuasi yang tidak boleh menyeberangi sungai.
Pada skema alur tersebut juga telah dimasukkan zona tempat pengungsian, termasuk jumlah penduduk dan kapasitasnya,” kata Julisetiono di ruang kerjanya.
Untuk zonasi ini, sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan aparat desa setempat. Dari hasil koordinasi tersebut, konsep yang disodorkan BPBD bisa diterima. Namun begitu, untuk konsep tetap mengikuti perkembangan yang ada. Terutama untuk barak dan jumlah pengungsian.
“Untuk tempat dan jumlah pengungsian bisa berubah, tergantung dengan situasi di lapangan. Untuk barak ada 19, balai desa 10, dan non barak dan non balai desa ada 6, sehingga total ada 35 tempat pengungsian. Untuk barak kapasitas antara 300-400 orang per barak,” paparnya. (Lihat Tempat Pengungsian)
Selain itu, juga sudah menyiapkan early warning system (EWS) di beberapa titik dan membentuk forum penanggulangan bencana di tingkat kecamatan. forum tersebut merupakan embrio, yaitu sebagai unit operasional bencana dan untuk pelaksanana penanggulangan bencana ada di tingkat desa.






Leave a Reply