SLEMAN – Gunung Merapi teramati 18 kali mengeluarkanĀ guguranĀ lava, sepanjang periode pengamatan hingga Senin (09/10) pagi. Selain itu, juga terdengar enam kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang.
“Hari ini, teramati 17 kaliĀ guguranĀ lavaĀ ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter (m). Satu kaliĀ guguranĀ lavaĀ ke arah Kali Boyong sejauh 1.000 m dan terdengar enam kali suara guguran intensitas kecil hingga sedang dari Pos Babadan,” kata Susanta, Penyusun Laporan.
Dalam kurun waktu yang sama, tercatat 39 kali guguran dengan amplitudo: 3 – 22 milimeter (mm) dan durasi 22.8 – 147.9 detik.Ā Kemudian, hybrid atau fase banyak sejumlah 60, amplitudo: 3 – 9 mm, S-P: 0.4 – 0.5 detik dengan durasi 5.6 – 9.5 detik.Ā Berdasarkan pengamatan meteorologi, cuacanya berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat, suhu udara 17.4 – 19 derajat celcius dengan kelembapan udara 67 – 84.6 persen dan tekanan udara 875.1 – 920 mmHg.
Saat ini, potensi bahaya berupaĀ guguranĀ lavaĀ dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Oleh karenanya, masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsiĀ GunungĀ MerapiĀ sekaligus mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputarĀ GunungĀ Merapi.
BPBD Kabupaten Sleman menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan untuk tidak mendekati daerah potensi bahaya yang telah direkomendasikan.







Leave a Reply