SLEMAN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam penanganan dan penanggulangan bencana ini kini telah menyiapkan aplikasi khusus terkait dengan kebencanaan. Aplikasi yang akan diberi nama Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana (Simantab) ini rencananya bakal di-launching pada Oktober 2023. Kepala pelaksana BPBD Sleman Makwan, mengatakan aplikasi Simantab adalah redesign dan penyempurnaan dari aplikasi kebencanaan yang telah ada. Pada 2019, Pemkab Sleman telah me-launching aplikasi kebencanaan dengan nama Lapor Bencana Sleman (SDIS).
Aplikasi berbasis Google Play dan didominasi warna oranye itu telah cukup banyak diakses oleh masyarakat. Untuk melaporkan adanya kejadian tersebut, masyarakat cukup mengunduh aplikasi Lapor Bencana Sleman (SDIS) dan mendaftar sebagai member. Setelah menjadi member, pengguna aplikasi bisa melaporkan persoalan kebencanaan di wilayahnya.
Tak hanya laporan mengenai kejadian bencana di sekitar, Lapor Bencana Sleman juga menyuguhkan menu lain yang tidak kalah penting, yakni informasi mengenai lokasi pengguna. Pengguna Lapor Bencana Sleman akan mengetahui lokasinya, apakah aman dari kemungkinan bencana Gunung Merapi.
Lapor Bencana Sleman juga menyajikan menu dan informasi tidak kalah penting lainnya. Di mana, di aplikasi ini ada sejumlah nomor penting yang bisa diakses oleh pengguna terkait dengan kejadian ataupun kebencanaan yang ada disekitarnya. “Ada nomor telepon PLN, BPPTKG, Basarnas dan sejumlah nomor lainnya,” jelas Makwan.
Hanya saja, diakui oleh Makwan, keberadaan aplikasi ini sejauh ini belum optimal. Meski banyak pengguna, tetapi sejauh ini masih banyak warga memilih melaporkan persoalan kebencanaan dan kejadian melalui sambungan telepon. Padahal, sejumlah usaha telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sleman untuk menyosialisasikan terkait keberadaan aplikasi tersebut.
Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Sleman saat ini terus menyempurnakan aplikasi tersebut. Harapannya, dengan rebranding dan launching Simantab pada Oktober 2023, maka pengguna dari aplikasi tersebut semakin meningkat. “Kami sempurnakan. Tampilan akan dibuat lebih menarik. Fitur dan menu yang ada pun terus kami tambah. Kami juga bekerjasama dengan dinas lainnya untuk mendukung fitur dan menu di aplikasi tersebut,” terang Makwan.







Leave a Reply