SLEMAN – Debit air sumur di Puskemas Tempel 1, Kabupeten Sleman mengalami penurunan seiring dampak berlangsungnya musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman pun telah mendistribusikan air bersih hingga 15 ribu liter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan sumur Puskemas Tempel 1 mengalami kekeringan setelah sumur di sebelah Puskemas dilakukan pengeboran. Dalam kurun waktu sepekan, debit air sumur mengalami penurunan dan benar-benar kering pada 15 Agustus lalu.
“Saat ini sudah di datangkan HU (hidran umum) dari DPUPKP 1 unit (daya tampung) 5.000 liter. Kami sudah distribusikan (droping air) 3 kali,” kata dia, Selasa (22/08). Bambang mengatakan, droping air bersih di Puskemas ini baru kali pertama didistribusikan di musim kemarau tahun ini. Begitu juga Puskemas Tempel 1, baru tahun ini mengalami kesulitan air dan membutuhkannya untuk pelayanan sehingga meminta droping air bersih.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, mengatakan dropping air dilakukan untuk Puskemas Tempel 1 karena pompanya sempat bermasalah. Tetapi, tidak ada kekeringan dan saat ini sudah lancar karena sudah dibelikan pompa baru. “Saat ini sudah lancar airnya, karena sudah dibelikan pompa baru, meski masih ada backup (air) dari BPBD,” kata Cahya.
Menurut dia, kini sudah tidak ada masalah air di Puskemas Tempel 1. Beberapa waktu lalu memang air sempat tidak naik dari sumur gali. Setelah dilakukan pengecekan dan dibelikan pompa air bor dengan tekanan lebih tinggi sudah teratasi.







Leave a Reply