SLEMAN – Gunung Merapi dalam dua hari terakhir menunjukan aktivitas vulkanik yang signifikan. BPPTKG menyebut Awan Panas Guguran sejak hari Sabtu 11 Maret 2023 hingga hari Minggu pukul 12:00 WIB tercatat sudah terjadi sebanyak 52 kali.
Terkait aktivitas tersebut Kepala Badan Penanggulangan Daerah kabupaten Sleman Makwan, STP, MT mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skenario evaluasi jika nanti terjadi peningkatan eskalasi gunung Merapi. “Kami sudah menyiapkan tempat pengungsian, tim armada, tim evakuasi termasuk untuk pemenuhan kebutuhan pokok di tempat pengungsian, ” kata Makwan.
Menurut Makwan, STP, MT, pihaknya juga telah menyiapkan antisipasi jika nanti wilayah Sleman diterpa hujan abu, meski dalam dua hari terakhir ini dampak abu vulkanik mengarah ke barat atau di wilayah kabupaten Magelang Jawa Tengah.
BPBD Kabupaten Sleman telah menyiapkan sebanyak 32 titik pengungsian yang tersebar di 7 desa yang merupakan desa rawan terdampak erupsi Merapi. Ketujuh desa tersebut yakni desa Kepuharjo, Umbulharjo, Glagaharjo, Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto dan Wonokerto. “Kalo pengungsian sudah kita siapkan 32 tempat, ini skenario kalo zona bahaya mencapai radius 9 km kami tetap menyiapkan secara proporsional,” kata Makwan.
Makwan, STP, MT manambahkan pihaknya telah menyiapkan Early Warning System (EWS) di 36 titik sebagai salah satu upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat jika nanti terjadi bahaya.







Leave a Reply