SLEMAN – Bulan Oktober ini, hujan mulai intens mengguyur wilayah Sleman secara merata. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta pun tak henti memperbaharui situasi khususnya di sekitaran Gunung Merapi, baik bagi warga maupun wisatawan. “Masyarakat serta wisatawan perlu meningkatkan kewaspadaan terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksikan akan berlangsung beberapa hari ke depan akibat masa pancaroba ini, ” Kata Kalah BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, STP, MT pada Senin (17/10)
Kalak BPBD Kabupaten Sleman juga menyebutkan bahwa potensi bahaya banjir lahar di Merapi perlu diwaspadai seksama mengingat material yang dimuntahkan Merapi dalam periode erupsi dua tahun terakhir terus menumpuk hingga jutaan meter kubik. “Sungai-sungai berhulu Gunung Merapi sebagain memang sudah dilakukan normalisasi, semoga jika terjadi lahar dingin tertampung di sungai-sungai itu, tidak meluap ke pemukiman, Namun kami meminta siapapun yang beraktivitas di jalur sungai Merapi selalu waspada di musim penghujan ini, terlebih jika hujan turun dengan durasi sangat lama.” ujarnya.
Masyarakat maupun wisatawan disarankan untuk tidak mendekati area potensi bahaya yang mungkin terjadi banjir lahar serta selalu mengingkatkan kewaspadaan.






Leave a Reply