Dua kejadian bencana berbeda terjadi berurutan di wilayah Kabupaten Sleman Minggu (19/1) sekitar pukul 14.20 waktu setempat. Setelah kejadian bencana banjir lahar hujan yang terjadi di Kali Gendol, disusul dengan kejadian bencana angin ribut di wilayah Desa Argomulyo dan Desa Wukirsari. Kedua kejadian tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cangkringan.
Kejadian bencana banjir lahar hujan yang terjadi di Kali Gendol, tepatnya berada di Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman mengakibatkan korban 2 jiwa meninggal dan 1 unit truk dan 1 unit alat berat (back-hoe). Korban jiwa yang meninggal adalah Hartono dan Edi, keduanya warga Desa Panjang, Kec. Bae Kab. Kudus, Jawa Tengah.Hartono merupakan supir truk dengan nopol K 1979 EB dan Edi adalah kernet truk yang sama. Sedangkan operator alat berat yang sempat terseret arus banjir lahar hujan dapat diselamatkan oleh kernet alat berat yang sama.
Kondisi truk setelah kejadian ditemukan dalam kondisi tertimbun material banjir lahar hujan dan sudah bergeser sekitar 60 meter dari posisi semula. Sedangkan alat berat hanya terseret dan hanya sebagian yang tertimbun material.

Kejadian angin ribut pohon selanjutnya terjadi di wilayah Desa Argomulyo dan Desa Wukirsari mengakibatkan beberapa pohon tumbang. Di wilayah Desa Argomulyo, angin ribut menyebabkan rusaknya kandang ayam milik Sugiyanto, warga Dusun Banaran Rt 04 Rw 34. Kejadian yang sama menimpa teras rumah Hardono, seorang ibu warga Dusun Panggung. Keduanya tertimpa pohon sengon. Selain terjadi di pemukiman, beberapa pohon yang tumbang juga terjadi di beberap ruas jalan di wilayah Desa Argomulyo.
Sedangkan untuk wilayah Desa Wukirsari, angin ribut menyebabkan pohon tumbang dan menimpa beberapa unit rumah di Huntap Mandiri Pusmalang. Kerusakan terparah dialami oleh Sudiono, dengan kerusakan terdiri dari 3 gording putus , 21 buah asbes pecah tertimpa pohon jenis lamtoro. Sedangkan kerusakan yang menimpa rumah Slamet Suparno meliputi 5 buah asbes pecah; dan kerusakan rumah milik Ahmadi yang tertimpa pohon jenis melinjo berupa 1 buah asbes pecah. Untuk penanganan kejadian tersebut sudah dilaksanakan oleh masyarakat setempat dan personil Tim SAR Kab. SLEMAN yang didukung oleh jajaran BPBD Kab.Sleman yang dipimpin langsung oleh kabid. Kedaruratan dan logistik.
Untuk menghindari timbulnya korban jiwa dan kerugian material, BPBD Kab. Sleman menghimbau kepada seluruh unsur masyarakat dan pemerintah untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan selama musim penghujan – terutama pada saat puncak musim penghujan.







Leave a Reply