Sleman – Hingga saat ini kebutuhan dasar air bersih sebagian warga Banyurejo masih mengandalkan suplai dari BPBD Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan debit air sumur menyusut dampak dari pemeliharaan selokan Mataram hingga bulan Oktober mendatang.
Distribusi air bersih terakhir ke Banyurejo pada tanggal 23 September 2022 namun karena stok air bersih telah menipis, hari ini melalui Jogoboyo Banyurejo mengajukan droping kembali untuk padukuhan Jambean RT 1, 4, 5 dan 6. Tangisan RT 1,2 dan RW 10. Serta padukuhan Plambongan RT 3. Stok air bersih di masing- masing hidran umum tersebut tinggal berkisar 10 hingga 50 persen. Kebutuhan droping air bersih hari ini diperkirakan sebanyak empat tangki air dengan volume 5000 liter.
BPBD Kabupaten Sleman tengah melakukan proses distribusi ke wilayah Banyurejo dengan mengambil air bersih dari PDAM Margoluwih Seyegan sumber terdekat dengan wilayah terdampak. Air yang disalurkan oleh BPBD Kabupaten Sleman boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.






Leave a Reply