Kegempaan
Kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 109 kali, MP 8 kali, tektonik 11 kali, VB 3 kali. Pada minggu sebelumnya tercatat gempa guguran 78 kali, MP 2 kali dan gempa tektonik 11 kali. Guguran yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 80 mm dan durasi 70 detik, VB memiliki amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 30 detik.
Adapun kronologi terjadinya letusan freatik tanggal 18 November 2013 sebagai berikut :
1. Tanggal 18 November 2013, Pukul 04:41 WIB terekam gempa Tektonik.
2. Tanggal 18 November 2013, Pukul 04:58 – 05:08 WIB terjadi letusan freatik durasi 10 menit dan amplitudo maksimum 120 mm. Suara gemuruh terdengar dari Pos Babadan (Kabupaten Magelang), Pos Selo, Pos Jrakah, dan Desa Tlogolele (Kabupaten Boyolali) dalam jarak 7 km dari puncak G. Merapi.
3. Tanggal 18 November 2013, Pukul 04:58 WIB, kolom asap berwarna coklat kehitaman membubung setinggi 2.000 m teramati stasiun CCTV Deles.
Deformasi
Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS1, RJ1, RK2, RB1. Hasil pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Hasil ini menunjukan bahwa terjadi deformasi di tubuh G. Merapi, namun tidak signifikan.
Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan 0,4 mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan -0,2 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 20,66 °C. Data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi.
Hujan dan Lahar
Hujan di sekitar G. Merapi terjadi dalam minggu ini tercatat di semua Pos pengamatan dengan intensitas curah hujan tertinggi 47 mm/jam selama 125 menit tercatat di pos Kaliurang pada tanggal 11 November 2013.
II. Kesimpulan dan Saran
1. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
2. Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Yogyakarta, 18 November 2013
a.n. Kepala Badan Geologi
Kepala BPPTKG
Drs. Subandriyo, M.Si
NIP 19620612 199003 1 001






Leave a Reply