Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTG) mencatat bahwa Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak lima kali dengan jarak luncur maksimal sejauh 1200 meter ke arah barat daya. Gunung Merapi juga mengalami gempa guguran sebanyak 23 kali berdasarkan pengamatan pada hari Rabu (07/07).
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyatakan, “Sebanyak 23 kali gempa guguran terjadi dengan amplitude 3-14 milimeter selama 42-111 detik. Selain itu juga terjadi gempa embusan dengan amplitufo 3milimeter selama 18,3 detik. Suhu udara 13-19 derajat celcius dadengan kelembapan udara 70-83 persen dan tekanan udara 625-687 mmHg.”
Guguran lava dan awan panas bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh lima kilometer). Apabila Gunung Merapi mengalami letusan eksplosif, maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. Sehingga, warga diperingatkan oleh tidak mendekati area potensi bahaya.







Leave a Reply