Focus Group Discussion Penyusunan Draft SK Bupati tentang Jalur Evakuasi Erupsi Merapi

Rapat yang diadakan pada tanggal 12 November 2019 ini sebagai tindak lanjut dari rapat sebelumnya di Pudalops BPBD Sleman mengenai penyusunan SK jalur evakuasi erupsi merapi. BPBD Sleman mengajak instansi-instansi terkait, yaitu DPUPKP Kabupaten Sleman, DISPERTARU Kabupaten Sleman, Bappeda Kabupaten Sleman, DLH Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, dan SKPD-SKPD terkait. Alasan BPBD Sleman saat ini fokus pada kegiatan pembangunan jalur evakuasi ialah ditemui banyak jalan-jalan yang tidak layak di wilayah KRB III merapi sehingga menyulitkan warga saat evakuasi. Mengapa hal tersebut terjadi? Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Djoko Lelono mengatakan bahwa menurut peraturan, KRB III memang seharusnya tidak difasilitasi karena statusnya yang sangat rawan terhadap ancaman erupsi merapi sehingga dihindari untuk kegiatan pengembangan maupun investasi. Beliau berharap dengan adanya SK jalur evakuasi ini, kewenangan dan penetapan jalur evakuasinya bisa lebih jelas dan terperinci.

 

Penetapan jalur evakuasi yag sudah dilakukan oleh BPBD Sleman ialah dengan meminta persetujuan dari pihak desa-desa yang terdampak erupsi, terdapat 10 desa yang sudah menyepakati jalur evakuasi tersebut. Selain jalan evakuasi, pihak desa juga sepakat mengenai titik kumpul dan barak pengungsian, baik yang dikelola oleh BPBD Sleman maupun desa. Untuk focus group discussion selanjutnya, akan dihadirkan instansi-instansi terkait dan perangkat desa agar penetapan jalur evakuasi dapat segera terselesaikan.

Fia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *