Berdasarkan WHO, Belum Ada Bukti Abu Vulkanik Bisa Mematikan Virus COVID-19

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan adanya erupsi Gunung Merapi pagi ini. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm durasi 103 detik dan tinggi kolom erupsi 3000 meter di atas puncak. Dampak lontarannya berada di sekitar puncak sehingga tidak membahayakan manusia di luar radius 3 km dari puncak Merapi.

Menurut cuitan @BPPTKG, Masyakarat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik jika terjadi hujan abu. Berdasarkan WHO, sampai saat ini belum ada bukti bahwa abu vulkanik bisa menghancurkan/mematikan virus COVID-19. Abu vulkanik dapat membahayakan masalah kesehatan yaitu masalah pernapasan, masalah mata, iritasi kulit, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, penyakit seperti bronkitis, dan ketidak-nyamanan saat bernapas.

Oleh karena itu, protokol pencegahan penyebaran COVID-19 harus tetap dilakukan dengan melaksanakan penjarakan fisik. Tetap ikuti arahan pemerintah tentang tatacara pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan beraktivitas seperti biasa. Selalu ikuti informasi dari sumber yang terpercaya. Informasi aktivitas G. Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi, telepon, media sosial BPPTKG, dan aplikasi MAGMA Indonesia.

Rna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *