SOSIALISASI PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 36 TAHUN 2017 TENTANG BANTUAN BENCANA


BPBD Kabupaten Sleman, Kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati Sleman Nomor 36 Tahun 2017 tentang Bantuan Bencana pada hari Selasa, 10 Oktober 2017 di laksanakan di Aula OP ROOM Pemkab. Sleman. Dalam acara sosialisasi ini dihadiri undangan dari SKPD Terkait, Kecamatan,  PMI, TRC BPBD Kabupaten Sleman dan FKKRS. Acara sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman dan di dampingi Kabid. Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

 

Sambutan dan Pengarahan Bapak Kalak BPBD Kab. Sleman

Peraturan Bupati ini di dalamnya mengatur bagaimana pengelolan dan mekanisme pemberian bantuan, laporan kejadian bencana dan jenis bantuan. Dari Beragam jenis ancaman bencana di Kabupaten Sleman yang diatur dalam Perbup ini meliputi 5 (lima) ancaman bencana. Meliputi ancaman bencana angin kencang, tanah longsor, banjir, petir dan kebakaran.

Dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan nantinya masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman memahami bahwa dalam suatu kejadian musibah bencana alam ada regulasi yang mengaturnya. Pada saat Peraturan Bupati Sleman Nomor 36 Tahun 2017 tentang Bantuan Bencana ini berlaku, peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Bupati Sleman Nomor 114 Tahun 2016 tentang Bantuan Bencana dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

 

Kekeringan, BPBD Sleman Distribusikan Air Bersih

Prambanan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab.Sleman merespon kekringan yang terjadi di Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Gamping. Di Kecamatan Prambanan ada dua dusun yang mengalami kekeringan yaitu di dusun Umbulsari A dan Umbulsari B yang memang belum terjangkau layanan dari OPA (Organisasi Pengaturan Air) Prambanan. “Kedua dusun  ini memang belum terjangkau OPA,  karena sumur bor baru bisa di operasikan akhir tahun”,  kata Makwan,  STP, MT Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman. Untuk distribusi air ini diberikan kepada warga Umbulsari A dan Umbulsari B melalui bak bak penampung yang sudah ada. BPBD Sleman menyiapkan sebanyak 50 tangki air untuk mengatasi kekeringan di Umbulsari A dan Umbulsari B. Sedangkan di Kecamatan Gamping distribusi air di lakukan di dusun Sembung, desa Balecatur.

Lebih jauh Makwan mengatakan sebelum melakukan droping petugas dilapangan terlebih dulu melakukan assesment awal untuk mengetahui titik titik yang akan di distribusikan air bersih, agar nantinya dapat di minimalisir salah sasaran dalam pendistribusianya karena beberapa titik sudah mendapatkan layanan air bersih. (Tri)

Continue reading

Asam Urat Kambuh, Pendaki Merapi Dijemput Tim SAR Gabungan

Cangkringan. Legimo Zakaria (35) warga Karangkajen,  Mergangsan, Yogyakarta harus menahan dinginya pagi itu sendirian Jum’at (18/08/2017) saat kedua temanya turun dari bukit Kendit untuk mencari bantuan. Legimo Zakaria mendaki bersama 2 orang temanya pada hari Kamis (17/08/2017) sore, sepeda motor mereka di titikan di rumah warga Kinahrejo yang selanjudnya mendaki lewat jalur Kinahrejo yang selanjudnya menginap di Kendhit. Namun pagi harinya sang survivor memberi tahu temanya Ahmad Akbar bahwa asam uratnya kambuh dan tidak bisa berjalan. Kemudian Ahmad Akbar bersama rekanya turun ke pos Ngrangkah untuk mencari bantuan,  yang selanjudnya di tindak lanjuti pos Ngrangkah dengan menelpon staf BPBD Sleman di terima Riyanto diteruskan ke TRC BPBD Sleman yang langsung bergerak mengontak SAR Linmas Korwil VII untuk melakukan penyelamatan.

Dari hasil koordinasi tim gabungan,  baik dari TRC BPBD Sleman,  SAR Linmas,  SARDA DIY,  dan Mapala UPN disepakati 2 SRU gabungan di berangkatkan ke titik posisi terakhir survivor. Belum sampai di titik yang di maksud ternyata survivor sudah berusaha turun,  namun karena kondisi fisik dan kelelahan yang bersangkutan berjalan sangat pelan.

“Saat ditemukan tim kondisi pak Legimo ini sangat kelelahan namun tidak ada luka sedikitpun,   akhirnya kami putuskan untuk istirahat dulu sambil makan perbekalan yang memang sudah kami persiapkan “,  kata Suhardi anggota TRC BPBD Sleman saat memberi laporan di pos Ngrangkah. Selanjudnya survivor di bawa turun dengan berjalan kaki, sebelum akhirnya penanganan pendaki diambil alih oleh pihak Taman Nasional Gunung Merapi. (Tri)

Legimo Zakaria (jaket biru) saat di temukan tim SAR Gabungan.

BNPB Mengenalkan Aplikasi Berbasis Android Untuk Petugas Barak Pengungsian

Sleman. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pelatihan pengenalan aplikasi penanganan pengungsi yang berbasis android untuk petugas yang nantinya akan bertugas menangani pengungsi di barak yang di bangun BNPB.

Pelatihan yang dilaksanakan dua hari Jumat-Sabtu (11/12-2017) ini di maksudkan agar dalam keadaan darurat setiap ada kejadian bencana yang berdampak ada pengungsian dapat langsung di up date oleh BPBD dan diteruskan ke BNPB,  sedangkan peserta pelatihan berasal dari unsur Kecamatan, Polsek,  Koramil,  Kominfo, Dinas Sosial,  dan Desa yang ada bangunan barak yaitu Desa Umbulharjo, Desa Hargobinangun,  Desa Umbulmartani,  Desa Wukirsari,  Desa Purwobinangun.

Hadir dalam pembukaan pelatihan antara lain mantan Kepala BNPB Letjend (purn) Syamsul Ma’arif,  Kepala Deputi Penanganan Pengungsi, Kasubdit Peenempatan Pengungsi, Bupati Sleman. Dalam sambutanya Syamsul Ma’arif mengatakan dengan adanya aplikasi ini diharapkan laporan dari masing masing posko akan segera ter up date dengan kekurangan yang ada.

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan rasa terima kasih kepada BNPB yang telah memberikan peningkatan pengetahuan tentang penanganan pengungsi untuk jajaranya. (Tri)

Mantan Kepala BNPB bersama Bupati didampingi Kepala Deputi 2 dan Kepala Pelaksana BPBD Sleman

 

Penutupan Pelatihan Dasar Pertukangan

BPBD Kabupaten Sleman – UGM,  Hari Jumat 4 Agustus 2017 kegiatan pelatihan dasar pertukangan oleh BPBD Kabupaten Sleman yang bekerjasama dengan UGM telah resmi ditutup oleh Bapak Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Meskipun sudah memasuki hari terakhir, semangat para peserta pelatihan masih tinggi dalam mengikuti acara tersebut. Peserta pelatihan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Kabupaten Sleman terlihat sangat antusias.

Materi pelatihan yang berupa teori dan praktek disampaikan di kelas maupun di hanggar (bengkel) kepada para peserta selama 5 hari. Meskipun pembelajaran yang cukup singkat waktunya untuk teori maupun praktek namun diharapkan peserta bisa menyerap dengan baik. Para peserta pelatihan meskipun biasa melakukan pertukangan yang selama dalam kegiatan sehari-hari, namun dengan adanya pelatihan yang materi pembelajaranya melibatkan pihak akademisi ini merasakaan terjadinya peningkatan kapasitasnya serta memperbaiki kebiasaan pelaksanaan pertukangan yang selama ini salah. Para peserta pelatihan, diharapkan nantinya apabila dibutuhkan partisipasinya dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca kejadian bencana sudah siap.

Pada penghujung acara penutupan  di berikan sertifikat pelatihan sebagai tanda penghargaan kepada para peserta pelatihan. Secara simbolis sertifikat peserta pelatihan diberikan oleh Bapak Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi kepada salah satu perwakilan peserta.

Peserta pelatihan foto bersama selesai penutupan

Penyerahan Sertifikat Pelatihan

Praktek pembesian

Praktek pembuatan bekisting

 

Pembukaan Pelatihan Dasar Pertukangan

BPBD Kabupaten Sleman- UGM, Dalam rangka Peningkatan Kapasitas Masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman dalam pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kabupaten Sleman menjalin kerjasama dengan Kampus UGM Yogyakarta (Departemen Tenik Sipil Sekolah Vokasi) untuk memberikan Pelatihan Dasar Pertukangan. Pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 5  (lima) hari yang di mulai Senin, tanggal 31 Juli 2017 sampai dengan 4 Agustus 2017 ini merupakan kegiatan pelatihan pertukangan Angkatan II yang pesertanya dari perwakilan anggota relawan Kabupaten Sleman yang tergabung dalam FKKRS sejumlah 30 peserta, dimana kegiatan yang sama sudah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2016. Pembukaan pelatihan ini BPBD Kabupaten Sleman di wakili oleh Bapak Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sekaligus membuka acara pelatihan  tersebut.

Angkasa Pura Gelar Simulasi Keadaan Darurat

PT Angkasa pura selaku pelaksana otorita bandara adisucipto melaksanakan simulasi Kondisi darurat pada tanggal 27 Juli 2017. Kondisi darurat yang disimulasikan adalah kebakaran kargo barang dan kecelakaan pesawat (terbakar). Simulasi ini dilaksanakan dengan menutup operasional bandara selama 1 jam dan diikuti oleh 150an karyawan angkasa pura. BPBD Sleman diwakili oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik bersama TRC BPBD Sleman, yang aktif merencanakan skenario simulasi dalam beberapa rangkaian sebelum hari pelaksanaan simulasi. Peran BPBD Sleman diharapkan tepat untuk mendukung situasi darurat di kawasan otorita Angkasa Pura.(Tri)

Dalam simulasi diperagakan pesawat yang terbakar dan banyak jatuh korban

BPBD Sleman Hadiri Gelar Budaya Pasca Bencana Di Kabupaten Garut

Garut. BPBD Sleman menghadiri gelar budaya paska bencana di kabupaten Garut Jawa Barat pada tgl 28 -29 Juli 2017. Acara ini diselenggarakan BNPB melalui Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dengan mengundang 145 BPBD kabupaten kota seluruh Indonesia. Acara ini dimaksudkan sebagai upaya kebersamaan guna kebangkitan sosial budaya kabupaten Garut yang dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir bandang.
BPBD kabupaten Sleman diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, staf RR dan staf Kedaruratan dan Logistik. Partisipasi kabupaten Sleman ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antar daerah dalam penanggulangan bencana.

Pohon Tumbang, Pengendara Motor Meninggal Tertimpa Pohon

Ngemplak. Angin kencang melanda beberapa titik di wilayah Kabupaten Sleman (28/7/2017) jam 15.00, di Kecamatan Ngemplak tepatnya di dusun Klewonan,  Bimomartani,  Ngemplak yang berada persis di jalan Cangkringan pohon akasia tumbang melintang dijalan dan menimpa pengendara motor. Korban atas nama Haryanto (51) warga Purwobinangun,  Bimomartani,  Ngemplak,  saat kejadian korban sedang mengendarai motor jenis bebek. Naas korban tidak menyadari angin yang menumbangkan pohon akasia tersebut menimpanya,  korban meninggal di tempat dan di evakuasi TRC BPBD Sleman yang datang begitu ada laporan ke Posko Utama Pakem. Di dusun Ngemplak,  Umbulmartani,  Ngemplak sebatang pohon kelapa tumbang melintang di jalan kampung, tidak ada korban baik jiwa maupun materi dalam kejadian ini. Di dusun Sorolaten,  Sidokarto,  Godean pohon melinjo diameter 40 cm menimpa rumah Wignyo (75) yang mengakibatkan kerusakan pada bagian teras rumah dan berhasil di evakuasi komunitas relawan PB setempat. (Tri)


Continue reading

Gladi Lapang Wajib Latih dan Penggukuhan Forum Pengurangan Resiko Bencana Desa Kalitirto Kecamatan Berbah

Berbah,Rabul,23 Mei 2017. Cara pandang dalam menghadapi Bencana harus dilakukan secara bersama- sama dan secara bertahap harus kita ubah yang dari semula Responsif menjadi Prefentif yaitu pengelolaan resiko bencana, hal ini sesuai semangat yang menjiwai Udang- undang penanggulangan bencana No. 24 tahun 2007 yang telah lahir 10 tahun yang lalu, gladi lapang wajib latih ini merupakan upaya kita untuk mewujudkan semangat dari Undang- undang penanggulangan bencana tersebut,kegiatan Simulasi dan Sosialisasi pengunaan sarpras penggurangan resiko bencana dengan melaksanakan pelatihan Wajib latih untuk kelompok masyarakat dan Gladi lapang penanganan bencana gempa bumi menjadi momentum yang strategis bagi masyarakat Kabupaten Sleman khususya masyarakat Desa Kalitirto untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terkait bencana gempa bumi, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi bencana dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah- langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Kabupaten Sleman dianugerahi karateristik wilayah yang beragam, setiap wilayah memiliki potensi bencana yang berbeda- beda namun demikian hal ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri keistimewaan wilayah yang kita miliki, kita semua tidak mengharapkan terjadinya bencana namun kita harus siap menghadapinya bila hal itu terjadi, kata kuncinya adalah kita harus memiliki kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi resiko bencana yang mungkin terjadi. Pemerintah Kabupaten Sleman mempunyai komitmen untuk terus membekali masyarakat dengan kemampuan mitigasi bencana, Sleman terus mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana dari tahun 2014 dan sampai tahun 2017 telah di kukuhkan sebanyak 34 Desa Tangguh Bencana, pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan pengukuhan Forum Pengurangan Resiko Bencana dan di harapkan keberadaan forum ini dapat berkontribusi secara positif dalam penangganan bencana di kabupaten Sleman sekaligus mampu mejadi motor pengerak masyarakat dalam mitiasi bencana, kita sadari bersama dalam setiap mitigasi bencana pemerintah tidak dapat sukses mewujudkan upaya tersebut jika tidak di dukung oleh masyarakat dan tim relawan. Pemeritah Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi pada seluruh masyarakat Sleman dan semua pihak yang turut serta berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana yang selama ini digalakan Pemerintah Kabupaten Sleman.