Update Jumlah Pengungsi Bencana Angin Kencang, Banjir dan Tanah Longsor

Data jumlah pengungsi bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sleman tahun 2017, tanggal 2 Desember 2017, update: 10.00.

 

DATA PENGUNGSI BENCANA ANGIN KENCANG, BANJIR DAN TANAH LONGSOR
TANGGAL 2 DESEMBER 2017              
JAM   : 10.00                
                   
No Kecamatan Desa Titik Pengungsian Jumlah KK Pengungsi
>5 tahun Balita Lansia Total Ket
1 Prambanan Bokoharjo 1 lokasi 3 KK 15 1 0 16  
    Sambirejo 2 lokasi 2 KK 7 0 0 7  
    Sumberharjo 6 lokasi 19 KK 43 1 8 52  
    Wukirharjo 2 lokasi 2 KK 4 0 1 5  
2 Mlati Sinduadi 4 lokasi 4 KK 14 0 0 14  
3 Gamping Trihanggo Sudah Pulang
Jumlah  15 lokasi 23 KK 83 2 9 94  

BPBD Sleman: Dahlia dan Cempaka Menjauh, Masyarakat Tetap Harus Waspada

Sumber: BMKG

BPBD Kabupaten Sleman menghimbau agar masyarakat harus tetap waspada, walaupun siklon tropis Dahlia dan Cempaka telah menjauh dari wilayah Indonesia.

Himbauan ini didasarkan pada pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Jumat (1/12/2017) malam, siklon tropis Dahlia dan Cempaka telah menjauh dari wilayah Indonesia. Meski demikian, BMKG tetap menghimbau masyarakat waspada potensi bencana yang timbul dari dampak cuaca musim penghujan saat ini.

Hasil pemantauan Stasiun Klimatologi BMKG, salah satu siklon tropis yakni Dahlia sempat terpantau berada di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan Jawa Tengah sekitar 10.2LS, 109.6BT, di 290 km selatan barat daya Cilacap. Namun, siklon tersebut berangsur menjauh ke arah Australia dengan kecepatan 95 kilometer per jam.

Siklon Dahlia mulai menjauh dari Indonesia tepatnya ke arah timur atau menuju Australia, dengan kecepatan maksimal 95 kilometer per jam. Dahlia sempat terpantau di selatan barat daya Cilacap namun kemudian menjauh ke  arah ke timur.

Meski telah melewati masa siklon Dahlia dan sebelumnya Cempaka, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai karena masih adanya peluang dampak cuaca di saat-saat ke depan. Hal ini karena masih adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali.

Untuk itu masyarakat harus tetap waspada, potensi angin kencang lebih dari 37 km/jam di seluruh wilayah Pulau Jawa. Masyarakat harus mewaspadai juga  dampak ikutannya bisa seperti bencana banjir, longsor, angin kencang dan kenaikan gelombang laut.

BMKG melalui Stasiun Klimatologi saat ini juga menemukan bibit siklon tropis yakni 93W dan 97S di seputar Laut Andaman (utara Aceh) dan sebelah selatan Nusa Tenggara Timur (Samudera Hindia). Meski diketahui kedua siklon tersebut bergerak menjauhi Indonesia namun peningkatan siklon tersebut bakal menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah sebelah selatan NTT, Jawa, Bali, Lombok hingga Lampung. 

Secara umum, masyarakat dihimbau agar mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Mewaspadai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh. Masyarakat dihimbau tidak berlindung di bawah pohon jika terjadi hujan disertai kilat/petir.

 

Update Data Pengungsi Bencana Angin Kencang, Banjir dan Tanah Longsor

Data jumlah pengungsi bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sleman tahun 2017, tanggal 1 Desember 2017, update: 13.00.

 

DATA PENGUNGSI BENCANA ANGIN KENCANG, BANJIR DAN TANAH LONGSOR
TANGGAL 1 DESEMBER 2017            
JAM   : 13.00              
                 
No Kecamatan Desa Titik Pengungsian Jumlah KK Pengungsi
>5 tahun Balita Lansia Total
1 Prambanan Bokoharjo 1 lokasi 3 KK 15 1 0 16
    Sambirejo 2 lokasi 2 KK 9 0 0 9
    Sumberharjo 4 lokasi 12 KK 33 0 2 35
    Wukirharjo 3 lokasi 3 KK 2 0 2 4
2 Mlati Sinduadi 4 lokasi 4 KK 14 0 0 14
3 Gamping Trihanggo 1 lokasi 1 KK 3 0 0 3
Jumlah  15 lokasi 25 KK 72 1 4 81

PENANGANAN DARURAT DI PRAMBANAN FOKUS DI 4 DESA

PLN sedang melakukan perbaikan jaringan listrik yang putus di Jalan Tirto – Gayam

Penanganan keadaan darurat bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor di Prambanan hari ini, 1 Desember difokuskan di 4 desa, Sambirejo, Gayamharjo, Wukirharjo, dan Sumberharjo.

Rapat Koordinasi penanganan darurat yang dipimpin Camat Prambanan Eko Suhargono,SIP dan Danramil Kalasan Capt. Inf. Sarjono ,Kamis 30 November 2017 memutuskan bahwa   hari ini di Wukirharjo akan dilakukan pengerukan dan pembersihan tanah akibat longsor. Mempertimbangan kondisi tanah yang masih labil, penanganan di Wukirharjo ini masih mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor keamanan.

Di Desa Gayamharjo masih  ada 3 rumah yang perlu penanganan. Gayamharjo juga masih membutuhkan terpal untuk 3 warga dan bronjong untuk penanganan darurat. Kesulitan yang dihadapi masih adanya pergerakan tanah dan ada mata air. Lokasi lain yang belum tertangani adalah  jalan Parangan – Jali, karena adanya tumpukan material longsor, kayu dan rumpun bambu. Untuk Jalan Gayam – Tirto  penanganan untuk longsor sudah dilakukan, namun akses jalan baru bisa  dilalui roda 2. Perbaikan pipa air yang terputus Jalan Gayam – Tirto juga masih dilakukan.

Penanganan darurat di Desa Wukirharjo, alat berat sudah  dialihkan ke lokasi lain di depan balai desa, namun untuk penanganannya masih  menyisakan  1 titik, karena tanah masih labil alat berat tidak berani. Hari ini di Wukirharjo akan dilakukan penanganan pelebaran gorong- gorong di jalan utama Wukirharjo – Gayamharjo. Sedangan pelayanan Dapur Umum berjalan lancar, hanya saja masih dibutuhkan tambahan personil. Untuk  stok logistic masih mencukupi.

Sedangkan di Desa Sumberharjo, karena kondisi lokasi yangb agak jauh dari Posko Komando Tanggap Darurat di Wukirharjo, dirasa perlu untuk membentuk  sub posko  di Dayakan. Di Dusun Dayakan ini ada 2 rumah yang kondisi bangunannya  sudah turun 2 meter, sehingga kalau dibiarkan bisa roboh. Hari ini akan dilakukan penurunan genting oleh warga dibantu relawan, namun pelaksanaannya menunggu cuaca kondusif berhubung tanah masih labil. Di Sumberharjo juga  masih dibutuhkan tambahan relawan.

Sementara untuk penanganan 2 tiang listrik yang roboh dan jaringan kabel yang putus   di Jalan Tirto – Gayam, PLN malam tadi telah mengerahkan puluhan petugas dan 3 mobil untuk melakukan penanganan perbaikan  listrik dan penyambungan kembali. 

 

BUPATI SLEMAN TETAPKAN STATUS KEADAAN DARURAT BENCANA ANGIN KENCANG, BANJIR DAN TANAH LONGSOR

 

Bupati Sleman, Drs Sri Purnomo, M.Si melakukan peninjauan di Prambanan

Bupati Sleman Drs Sri Purnomo, M. Si  menetapkan status keadaan darurat bencana angin kencang,  banjir, dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Sleman selama 7 hari sejak tanggal 29 November sampai dengan tanggal 5 Desember 2017. Penetapan stautus keadaan darurat ini ditetapkan Bupati Sleman dengan SK Bupati Nomor 128/Kep.KDH/A/2017 tanggal 29 November 2017. 
Pertimbangan penetapan ini adalah surat Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Nomor  ME.3VA/663/XI/2017 tanggal 20 November 2017 perihal potensi kejadian cuaca ekstrim selama musim hujan 2017/2018, berdasarkan fenomena atmosfer Synoptik terpantau aktivitas sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur dan diprediksi potensi pembentukan sirkulasi siklonik semakin meningkat hingga Maret 2018, sehingga perlu waspada terhadap potensi cuaca ekstrim berupa hujan lebat diserta angin kencang dan petir, yang dapat mengakibatkan banjir, pohon tumbang dan tanah longsor.

Pertimbangan lainnya adalah hasil kaji cepat Tim Reaksi cepat BPBD Kabupaten Sleman, dampak hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman terus menerus pada hari Senin tanggal 29 November 2017 hingga Selasa 28 November 2017, berakibat banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan kerugian jiwa dan harta benda, serta terjadi pengungsian penduduk yang terdampak bencana dan adanya kebutuhan pertolongan darurat kepada para korban bencana.

Setelah penetapan status tanggap darurat, Bupati Sleman memerintahkan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman untuk mengordinasikan Perangkat Daerah terkait, TNI-POLRI, unsur masyarakat dan dunia usaha dalam rangka menyusun program dan melaksanakan kegiatan tanggap Darurat Angin kencang, banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Sleman dalam masa keadaan darurat.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Sleman, hingga pukul 09.00 WIB dampak siklon tropis Cempaka di Sleman mengakibatkan 15 titik pohon tumbang, 16 titik longsor, dan 27 titik banjir.

Dari kejadian tersebut sekurangnya 46 rumah terendam banjir, 1 Rumah Hanyut, 6 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang, dan 4 rumah rusak ringan. Selain itu juga dilaporkan ada  4 kandang ternak roboh, 3 ekor sapi hanyut, 1 ekor sapi tertimpa reruntuhan kandang, 21 pohon tumbang, 2 Jaringan listrik tertimpa  pohon, 3 jaringan telephone tertimpa pohon, 1 tempat pemandian ternak tertimbun material longsor, dan 1 kendaraan roda 2 rusak parah. Hujan lebat juga menyebabkan talut  lk 213 m2 longsor, 2 dam jebol.   Jumlah warga terdampak sejumlah  108 jiwa dan 9 Balita. Warga yang mengungsi berjumlah 77 orang yakni di Prambanan 60 orang, Mlati 14 orang dan Gamping  3 orang.

BPBD SLEMAN DIRIKAN POSKO KOMANDO TANGGAP DARURAT DI WUKIRHARJO, PRAMBANAN

Bpbd Sleman mendirikan Posko Komando Tanggap Darurat Bencan Angin Kencang dan membuka Dapur Umum di  Desa Wukirharjo Prambanan. Keputusan ini diambil setelah melakukan  kaji cepat terhadap dampak hujan lebat yang disertai angin kencang akibat Siklon Tropis Cempaka yang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada hari Senin s/d Selasa, 27-28 November 2017 dan menyebabkan kejadian pohon tumbang, banjir dan longsor.

Data dari Pusdalops Bpbd Sleman di Prambanan, yakni di Dusun  Losari 2 Wukirharjo Prambanan terjadi banjir bandang akibat jebolnya Cek Dam Losari 2 dan Dam Pengendali  dan berakibat 1 rumah hanyut, 1 roboh (rusak berat), 2 kandang sapi rusak,1 ekor sapi mati, 2 ekor sapi luka-luka, 1 kendaran roda 2 rusak berat. Akibat kejadian ini 28 jiwa terpaksa mengungsi.

Hujan lebat juga menyebabkan permukiman warga dan jalan tertimbun material serta bawah jembatan penuh material dan menyumbat aliran sungai. Akses jalan  masyarakat Gayamharjo-Wukirharjo terganggu, karena tergenang banjir cukup dalam.

Banjir Genangan akibat rumpun bambu menutup alur sungai dan menggenangi permukiman, jalan akses menuju SMPN 2 Prambanan dan tempat wisata rumah dome  di Dusun Klero,Dsn Pereng, Dusun Sengir  Desa Sumberharjo Prambanan. Rombongan wisata TK Budi Mulia2 Tamansiswa Yogyakarta (2 bus, 40 siswa) yangs edang melakukan kunjungan ke rumah Dome sempat terjebak dan berhasil dievakuasi TRC BPBD dengan selamat.

Tanah longsor juga tercatat terjadi di 13 titik dan menimpa rumah penduduk dan mengganggu akses jalan warga di Prambanan (8 titik),Seyegan (1 Titik), Kalasan (1Titik), Berbah (1 Titik), Godean (1 Titik), Mlati (2 Titik). Tanah longsor juga menyebabkan talud jalan sepanjang 218 m ambrol di Jalan Seyegan – Godean.

Dampak angin kencang juga  berakibat pohon tumbang (14 titik kejadian) yang menimpa rumah dan melintang di jalan yang tersebar di 9 kecamatan, namun sudah terkondisi oleh TRC Bpbd Sleman dan Komunitas Relawan.

Sementara itu hasil keputusan rapat koordinasi di Kecamatan Prambanan yang dilaksanakan 28 November malam, Bpbd Sleman segera akan menindaklanjutinya dengan mengusulkan kepada Bupati Sleman untuk menetapkan Status Darurat Bencana Angin Kencang.

Bpbd Sleman pagi ini juga akan menyiapkan personil komponen PB Sleman dari unsur BPBD, OPD Terkait, TNI-POLRI, Unit Ops dan Unit Lak, relawan dan paralatan untuk penanganan darurat di lokasi bencana.

 

PERKEMBANGAN AKIBAT SIKLON TROPIS CEMPAKA DI SLEMAN

Penyerahan bantuan terpal untuk Ibu Sutiyem Madyo Rejo (71), di Losari 2, Wukirharjo, Prambanan.

 

 

Perkembangan akibat siklon tropis Cempaka yang terjadi di Sleman, data Pusdalops Sleman, Selasa, 28 November  2017, update pukul 23.59.

Angin Kencang (14 titik):
1. Seyegan, Jamblangan Margomulyo, 1 titik pohon tumbang menutup akses jalan.
2. Ngemplak, Jl Dworowati, Wedomartani, 1 titik pohon tumbang menutup akses jalan.
3. Moyudan, Dagen Sumberrahayu, 1 titik pohon tumbang menutup akses jalan.
4. Prambanan, Watutarung Cepit, Bokoharjo, 1 pohon tumbang menimpa kandang sapi dan kambing.
5. Prambanan, Candisari, Wukirharjo, 1 pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa jaringan listrik.
6. Bulaksumur, Caturtunggal, Depok, 1 Pohon tumbang menutup akses jalan ( Fak. Hukum UGM)
7. Banteng, Hargobinangun, Pakem, 1 Pohon tumbang menimpa jaringan telephone. ( Proses Penanganan ).
8. Sentono, Tamanmartani, Kalasan, 1 pohon rambutan tumbang menimpa rumah (Rusak Ringan).
9. Cageran, Tamanmartani, Kalasan, 1 Pohon talok tumbang menutup akses jalan.
10. Temuwuh, Balecatur, Gamping, 3 Pohon tumbang Menimpa jaringan listrik.
11. Temuwuh Kidul, Balecatur, Gamping, 1 Pohon Tumbang menimpa atap masjid Al Ikhlas.
12. Jalan kaliurang km16.5, Pakembinangun Pakem, 1 Pohon tumbang melintang di Jalan Kaliurang.
13. Juwah, RT/RW : 6/15, Sidoluhur, Godean, 1 Pohon besi tumbang melintang di jalan.
14. Kleben, RT/RW: 3/14, Sidorejo, Godean, 3 Pohon tumbang menutup akses jalan Sidorejo – Sendangrejo.

Longsor (9 titik):
1. Tebing longsor di Jali Gayamharjo, Prambanan
Dampak : – 1 rumah rusak Berat
– 4 Jiwa Mengungsi.
2. Talud jalan longsor di Jl Seyegan- Godean ruas dusun Klaci, Margoluwih, Seyegan
Dampak : lalu lintas terganggu (untuk pengamanan dipasang police line)
Keterangan : jaln masih bisa di lalui roda 4 maupun roda 2.
3. Jalan ambles 30 cm, di Jali, Gayamharjo, Prambanan
Dampak : mengancam rumah warga.
4. Sanggrahan, RT/RW : 13/02, Purwomartani, Kalasan.
Dampak : 1 Rumah tergerus longsor ( RB).
5. Ndayakan, RT/RW: 4/24, Sumberharjo, Prambanan.
Keterangan : Tanah longsor dengan Panjang 30 m dan Lebar 19 m, menimpa 2 Rumah.
Dampak : – 1 Rumah Milik Bp. Jumiran (RB)
– 4 Jiwa Mengungsi di rumah Bp. Ngalimin
– 1 Rumah Milik Bp. Yatmorejo (RB)
– 2 Jiwa Mengungsi di rumah Bp. Ngalimin.
6. Mangunan, Kalitirto, Berbah.
7. Sengir RT/RW: 3/26, Sumberharjo, Prambanan.
Tanah longsor menimpa kandang sapi, panjang longsor 40m tinggi 2m
8. Utara Balai desa Wukirharjo, Prambanan.
Jalan akses Gayamharjo – Wukirharjo tertutup material longsor. Saat ini tertutup total.

Banjir (13 titik)
1. Banjir genangan dari luapan sungai barat rumah dome, Dusun New Nglepen/ Sengir, Sumberharjo Prambanan.
Keterangan : banjir menggenang di permukiman dan persawahan.
Dampak : 1 rombongan (50 anak TK PAUD) yang sedang berkujung terjebak.
Tindakan darurat : TRC evakuasi anak dengan menggunakan pelampung dan tali.
2. Banjir genangan, di Klero Sumberharjo Prambanan.
Keterangan : air setinggi lutut orang dewasa
Tindakan darurat : TRC membantu menyeberangkan anak sekolah.
3. Banjir Bandang di Wukirharjo, Prambanan. Jumlah : 11 Titik.
Dampak : 3 Ekor Sapi hanyut
2 Kandang ternak hanyut
1 Rumah hanyut
2 Rumah Rusak berat
1 Rumah Rusak ringan
1 Cek dam Jebol
1 Dam jebol
17 Jiwa Mengungsi.

Saat ini Pusdalops BPBD Sleman juga masih menerima laporan kejadian dari masyarakat. Sementara TRC BPBD Sleman terus melakukan assesment dan penanganan kejadian. BPBD Sleman juga telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan logistik ke sejumlah lokasi kejadian.

Sementara cuaca saat ini masih terpantau hujan, untuk itu Bpbd Sleman menghimbau masyarakat untuk mengontrol dan menjaga listrik di rumah dari kemungkinan konsleting karena rumah bocor atau kebanjiran. Masyarakat di daerah rawan longsor juga diharap untuk  memantau wilayahnya apabila ada tanah atau tebing merekah atau retak yang merupakan tanda-tanda akan terjadinta longsor. 

SIKLON TROPIS CEMPAKA SEBABKAN ANGIN KENCANG , LONGSOR DAN  BANJIR DI SLEMAN


Cuaca ekstrem yang terjadi akibat pengaruh Siklon Tropis Cempaka telah menyebabkan bencana angin kencang dan pohon tumbang di 11 titik, longsor di 5 titik dan banjir 3 titik di wialayah Sleman. Sebelumnya, BMKG telah menyampaikan peringatan dini adanya siklon tropis Cempaka yang berada di perairan sekitar 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan Provinsi Jawa Timur. Kekuatan siklon 65 km per jam pada Selasa (28/11/2017). Dampak dari siklon tropis Cempaka adalah cuaca ekstrem seperti hujan deras, angina kencang, daN gelombang tinggi di Jawa dan Bali.

Pusdalops BPBD Sleman, Selasa, 28 November 2017, mencatat sampai pukul 19.40 wib angin kencang melanda 11 titik yakni di
1. Seyegan, Jamblangan Margomulyo, 1 titik pohon tumbang menutup akses jalan .
2. Ngemplak, Jl Dworowati, Wedomartani, 1 titik pohon tumbang menutup akses jalan.
3. Moyudan, Dagen Sumberrahayu, 1 titik pohon tumbang menutup akses jalan.
4. Prambanan, Watutarung Cepit, Bokoharjo, 1 pohon tumbang menimpa kandang sapi dan kambing.
5. Prambanan, Candisari, Wukirharjo, 1 pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa jaringan listrik.
6. Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,pohon tumbang menutup akses jalan ( Fak. Hukum UGM).
7. Banteng, Hargobinangun, Pakem, 1 pohon tumbang menimpa jaringan telephone ( Proses Penanganan ).
8. Sentono, Tamanmartani, Kalasan, 1 pohon rambutan tumbang menimpa rumah (RR)
9. Cageran, Tamanmartani, Kalasan, 1 Pohon talok tumbang menutup akses jalan.
10. Temuwuh, Balecatur, Gamping,3 Pohon tumbang Menimpa jaringan listrik
11. Temuwuh Kidul, Balecatur, Gamping,1 Pohon Tumbang menimpa atap masjid Al Ikhlas.

Untuk bencana longsor terjadi di 5 titik, yakni di:
1. Tebing longsor di Jali Gayamharjo, Prambaanan, 1 rumah rusak Berat; 4 Jiwa Mengungsi
2. Talud jalan longsor di Jl Seyegan- Godean ruas dusun Klaci, Margoluwih, Seyegan, jalan masih bisa dilalui roda 4 dan roda 2, lalu lintas terganggu (untuk pengamanan dipasang police line).:
3. Jalan ambles 30 cm, di Jali, Gayamharjo, Prambanan mengancam rumah warga.
4. Sanggrahan, RT/RW : 13/02, Purwomartani, Kalasan, 1rumah tergerus longsor ( Rusak Berat).
5. Ndayakan, RT/RW: 4/24, Sumberharjo, Prambanan, tanah longsor dengan Panjang 30 m dan Lebar 19 m, menimpa 2 rumah milik Bp. Jumiran (Rusak Berat) dan milik Bp. Yatmorejo (Rusak Berat); 6 Jiwa mengungsi di
rumah tetangga.

Sementara Untuk bencana banjir terjadi di 3 titik yakni di
1. Dusun New Nglepen/ Sengir, Sumberharjo Prambanan, banjir genangan dari luapan sungai barat rumah dome. Banjir menggenangii permukiman dan persawahan. 1 rombongan (50 anak) TK PAUD yang sedang berkujung terjebak dan berhasil dievakuasi dengan menggunakan pelampung dan tali oleh TRC BPBD Sleman.
2. Banjir genangan, di Klero Sumberharjo Prambanan., air setinggi lutut orang dewasa. TRC BPBD Sleman membantu menyeberangkan anak sekolah pulang ke rumah.
3. Banjir di Losari 2, Wukirharjo, Prambanan disebabkan Dam Jebol. Selain menutup akses akses menuju Gayamharjo. Banjir ini menyebabkan 1 rumah terendam banjir, 1 rumah rusak berat, 2 Kandang sapi Roboh. 3 Ekor Sapi Hanyut ( 1 sapi sudah ditemukan kondisi kaki patah dan 2 sapi belum ditemukan). Korban : Ibu Madiyo ( 2 Jiwa) mengungsi dan Bp. Mujio ( 2 Jiwa Mengungsi).

Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan ST, MT, menyampaikan bahwa malam ini di Kecamatan Prambanan diadakan rapat koordinasi antara BPBD Sleman dan instansi terkait untuk membahas penanganan darurat banjir dan tanah longsor.

Pagi Sosialisasi Cuaca Ekstrim, Siang Sleman di Goyah Angin Kencang

    Seyegan. Hujan yang di sertai angin menggoyah sebagian wilayah Kabupaten Sleman pada Kamis(9/11/2017) sekitar pukul 14.00 siang. Dalam hitungan menit beberapa pohon tumbang beberapa diantaranya menimpa rumah dan menutup akses jalan di dusun Mriyan,  Mranggen,  Mangsel yang masih masuk di kecamatan Seyegan.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Mlati yaitu di dusun Jembangan beberapa titik atap berterbangan serta pohon menimpa rumah, dalam kejadian ini di laporkan satu orang korban luka ringan tertimpa reruntuhan atap yaitu ibu Partinem(65). Saat di konfirmasi tim BPBD Sleman menuturkan,  saat kejadian dirinya tengah memasak di dapur tetapi tiba tiba terdengar suara pohon menimpa rumah tersebut dan kejadianya begitu cepat. BPBD Sleman mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan assesment awal dalam kejadian ini serta melakukan penanganan awal untuk membuka akses jalan masuk serta mengevakuasi beberapa pohon yang menimpa rumah. Untuk penanganan darurat BPBD Sleman telah menyalurkan terpal untuk pengganti sementara atap yang mengalami kerusakan,  dan sudah mendorong logistik pangan untuk korban bencana.

Masih di Kecamatan Seyegan pohon beringin yang berdiameter 150 cm yang berada di lingkungan sumber air si bedug roboh dan menimpa bangunan yang ada di komplek sumber air tersebut. Dari hasil koordinasi antara tokoh masyarakat,  BPBD Sleman,  Basarnas, dan komunitas relawan akhirnya di putuskan bahwa evakuasi batang pohon akan dilaksanakan esok hari. Sampai berita ini di muat,  TRC dan Pusdalops BPBD Sleman masih melakukan pendataan jumlah korban dan kerusakan yang diakibatkan angin kencang siang tadi.

Sebelum angin kencang terjadi BMKG Yogyakarta telah memberi peringatan akan adanya potensi angin kencang di wilayah yogyakarta, hal ini di ungkapakan oleh BMKG saat menjadi narasumber dalam pertemuan antara BPBD Sleman, BMKG, PLN,  SKPD terkait serta komunitas relawan yang di selenggarakan BPBD Sleman Kamis pagi. (Tri)

Besarnya angin menumbangkan beberapa pohon, tampak petugas TRC BPBD Sleman sedang mengevakuasi pohon yang menimpa rumah.

SOSIALISASI PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 36 TAHUN 2017 TENTANG BANTUAN BENCANA, BPBD KABUPATEN SLEMAN MENGUNDANG 86 KEPALA DESA

BPBD Kabupaten Sleman, Kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati Sleman Nomor 36 Tahun 2017 tentang Bantuan Bencana hari Rabu, 18 Oktober 2017 di laksanakan di Ruang Bima BKPP Kabupaten Sleman. Dalam acara sosialisasi tersebut dipimpin oleh Bapak Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Masih sama dengan materi sosialisasi yang sudah dilaksanakan sebelumnya, Bapak Kabid. Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyampaikan bahwa Peraturan Bupati Sleman ini di dalamnya mengatur bagaimana pengelolan dan mekanisme pemberian bantuan, laporan kejadian bencana dan jenis bantuan. Dari Beragam jenis ancaman bencana di wilayah Kabupaten Sleman, yang diatur dalam Perbup. Sleman ini meliputi 5 (lima) ancaman bencana. Meliputi ancaman bencana angin kencang, tanah longsor, banjir, petir dan kebakaran.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan lanjutan, yang di hadiri Kepala Desa maupun Perangkat Desa di wilayah Kabupaten Sleman. Dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan nantinya masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman memahami bahwa dalam suatu kejadian musibah bencana alam ada regulasi yang mengaturnya.

peserta sosialisasi dari 86 Kepala Desa