SLEMAN — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana di SMPN 2 Cangkringan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Ketua Tim Kesiapsiagaan dan Staf.
Sosialisasi diikuti oleh 177 siswa dari kelas 7 dan 8 yang antusias mengikuti rangkaian materi dan demonstrasi yang disampaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dasar kebencanaan, khususnya terkait potensi bencana yang ada di wilayah lereng Gunung Merapi.
Dalam paparannya, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman menyampaikan pentingnya mengenali jenis-jenis ancaman bencana, memahami tanda-tanda bahaya, serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat. Beliau juga menekankan bahwa sekolah merupakan salah satu lokasi prioritas yang harus memiliki kesiapsiagaan tinggi karena jumlah peserta didik yang besar dan rutinitas kegiatan yang padat.
Sementara itu, Ketua Tim Kesiapsiagaan BPBD Sleman memberikan materi mengenai prosedur evakuasi, penggunaan jalur aman, serta contoh simulasi yang biasanya diterapkan di sekolah-sekolah siaga bencana. Penjelasan diberikan secara interaktif, dilengkapi dengan sesi tanya jawab untuk memastikan siswa memahami langkah praktis dalam menghadapi situasi darurat.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar erupsi Merapi, gempa bumi, hingga cara menjaga ketenangan saat terjadi bencana. Para guru serta pihak sekolah memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap keberlanjutan program edukasi kebencanaan bagi seluruh peserta didik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPBD Sleman berharap semakin banyak siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar mitigasi, serta mampu menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungan sekolah maupun keluarga.








Leave a Reply