Status Aktivitas Gunung Merapi SIAGA (level III)

Terhitung Mulai Tanggal 5 November 2020

Gunung Merapi Gugurkan Satu Kali Lava Pijar

Ditulis oleh

|

SLEMAN – BPPTKG memantau bahwa aktivitas Gunung Merapi pada Selasa (10/01) terdengar satu kali suara guguran dengan intensitas suara sedang. Dari pengamatan BPPTKG terjadi sejumlah kegempaan dari pukul 00.00-06.00. Guguran terjadi 18, Amplitudo : 3-35 mm, Durasi : 33.7-124.5 detik. Hybrid/Fase Banyak terjadi  5 kali, Amplitudo : 3 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, Durasi : 6.4-7.6 detik.  Vulkanik Dalam terjadi 22 kali dengan amplitudo : 3-9 mm, S-P : 0.5-0.7 detik, dan durasi : 7-8.8 detik. Juga Tektonik Jauh sebanyak 2 kali, Amplitudo : 45-50 mm, S-P : 32.2-33.4 detik, Durasi : 206.7-207.5 detik.

Secara meteorologi cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 18-18.3 °C, kelembaban udara 70-94.4 persen, dan tekanan udara 568.5-689.25 mmHg. Sedangkan dari pengamatan visual, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20-25 m di atas puncak kawah.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. BPBD Kabupaten Sleman menghimbau agar masyarakat khususnya di wilayah area merapi agar selalu waspada dan berhati-hati.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Agenda Kegiatan